Menpora Amali Raker dengan Komisi X DPR RI, Akhirnya Pengajuan Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh Disetujui

Kamis, 01 September 2022
Bagikan:
Setelah sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari Komisi III DPR RI, hari ini Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali melakukan rapat kerja bersama Komisi X DPR RI dalam rangka permohonan pertimbangan pewarganegaraan (
Setelah sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari Komisi III DPR RI, hari ini Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali melakukan rapat kerja bersama Komisi X DPR RI dalam rangka permohonan pertimbangan pewarganegaraan (

Jakarta: Setelah sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari Komisi III DPR RI, hari ini Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali melakukan rapat kerja bersama Komisi X DPR RI dalam rangka permohonan pertimbangan pewarganegaraan (naturalisasi) pesepakbola keturunan Indonesia, Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh.

Raker dipimpin langsung Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda didampingi Wakil Ketua Hetifah Sjaifudian dan Dede Yusuf Macan Effendi, serta diikuti perwakilan fraksi-fraksi di Ruang Rapat Komisi X Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9) pagi

Hasilnya, usai mendengar penjelasan Menpora Amali dan Ketum PSSI dan tanggapan  masing-masing perwakilan fraksi. Akhirnya raker ditutup pada pukul 12.05 WIB dengan keputusan menerima dan menyetujui permohonan pewarganegaraan tersebut, dengan harapan besar dapat meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia sekaligus menjadi media transfer ilmu dan skill sepakbola bagi para pesepakbola Indonesia.

"Terima kasih, seluruh perwakilan fraksi telah memberikan keputusan akhir menerima dan menyetujui, Raker Komisi X pada hari ini menyetujui naturalisasi Sdr Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh. Dengan harapan besar prestasi sepakbola Indonesia meningkat dan menjadi transfer knowledge bagi pesepakbola kita," kata Ketua Komisi X Syaiful Huda sebagai Pimpinan Rapat.

Sebelumnya Menpora Amali menyampaikan paparannya yang dilanjutkan secara teknis oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Dalam permohonan naturalisasi Jordi Amat Maas yang sekarang berkewarganegaraan Spanyol dan Sandy Henny Walsh berkewarganegaraan Belanda secara administratif telah memenuhi persyaratan dasar hukum sebagaimana diatur perundangan yang berlaku di Indonesia. 

Ditekankan oleh Menpora Amali bahwasannya untuk menata proses naturalisasi kedepan yang lebih baik maka pengajuan harus satu pintu federasi.

"Beberapa waktu yang lalu Komisi III DPR yang melihat dan mencermati secara hukum sudah menyetujui. Yang penting sekarang kami tidak akan memberikan rekomendasi bila tidak dari federasi, jadi satu pintu permohonan naturalisasi dari federasi, karena ini pesepakbola melalui PSSI," kata Menpora Amali.

Sisi lain yang menjadi urgensi tidak hanya melihat kebutuhan sesaat namun ada keterkaitan keturunan Indonesia dan sesuai dengan regulasi FIFA."Yang penting lagi Jordi dan Sandy ini ada darah Indonesia, yaitu Kakek/Nenek dari Purworejo dan Makassar," ucapnya.

"Dan dalam kajian komprehensif yang merupakan dasar diberikannya usulan, bahwa kedua pesepakbola yang dimohonkan telah memenuhi regulasi FIFA pasal 5 sampai dengan 9," tambahnya.

Sementara Ketua Umum PSSI menambahkan secara teknis bahwa keduanya memang dibutuhkan saat ini bagi Timnas senior guna melapis kekuatan khususnya di lini belakang. Keduanya telah bermain di liga-liga Eropa yang pengalamannya tersebut dipandang oleh pelatih sangat diperlukan guna pertandingan-pertandingan internasional yang akan banyak diikuti Indonesia dalam waktu dekat ini.

"Yang perlu kami sampaikan bahwa ini keinginan dari pelatih (Shin Tae-yong) yang telah mengamati keduanya malang melintang di liga-liga Eropa," kata Iwan Bule.

"Dan yang lebih mendorong juga pesan dari Kakek/Nenek serta orang tuanya yang berpesan bahwa suatu saat harus bisa menjadi bagian Timnas sebagai tanah leluhurnya. Itupun nampak dengan seringnya ia berbalut bendera Merah Putih, menandakan keinginan kuat membela Indonesia," tambahnya.

Menjadi kesepahaman bersama, baik Menpora, Ketua Umum PSSI, maupun Pimpinan dan Anggota Komisi X, bahwa naturalisasi ini merupakan kebutuhan jangka pendek, tidak untuk terus-menerus, jadi kedepan roadmap naturalisasi harus dibenahi terus. Saat ini memang dipandang perlu guna berbagai pertandingan internasional guna peningkatan peringkat dan prestasi. 

Hadir dalam raker dari Kemenpora Plt Sesmenpora Jonni Mardizal, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, dan jajaran Eselon 1-2 yang terkait. Dari PSSI mendampingi Ketua Umum, Waketum Iwan Budianto dan Sekjen Yunus Nusi.(cah)

SEA Games 2025 Thailand menjadi perpisahan manis atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo. (foto:instagram/edgarmarvelo)
Jumat, 02 Januari 2026

Makna Emas SEA Games 2025 Bagi Edgar Xavier, Perpisahan Manis dan Spesial Untuk Calon Buah Hati

SEA Games 2025 Thailand menjadi perpisahan manis atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo. Medali emas berhasil dipersembahkan Edgar di penampilan terakhirnya di ajang olahraga multievent Asia Tenggara tersebut.

Kata gemilang layak disematkan pada atlet triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi.(foto:instagram/Martina)
Jumat, 02 Januari 2026

Jadi Peraih Medali Terbanyak SEA Games 2025, Martina Ayu Pratiwi Tetap Rendah Hati dan Terus Belajar

Kata gemilang layak disematkan pada atlet triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi. Bagaimana tidak, dalam debut SEA Games-nya di Thailand edisi 2025, perempuan asal Gresik ini sukses menorehkan sejarah sebagai atlet Indonesia yang meraih medali terbanyak.

Debut di ajang SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet. Namun bagi Leica Al Humaira Lubis, debut justru menjadi arena pembuktian. (foto:Instagram/leicalubis)
Jumat, 02 Januari 2026

Debut Manis Karateka Leica Lubis: Menang Melawan Tekanan, Pulang dengan Emas SEA Games

Debut di ajang SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet. Namun bagi Leica Al Humaira Lubis, debut justru menjadi arena pembuktian. Tampil untuk pertama kalinya saat SEA Games 2025 Thailand, dia langsung membawa pulang medali emas.

Di tengah riuhnya Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok perempuan lansia tampak mencuri perhatian. Dia adalah Nelly Rohati, wanita berusia 73 tahun asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (foto:jefris/keme
Kamis, 31 Juli 2025

Usia Senja Tak Halangi Semangat Nelly Rohati Berkompetisi di Fornas VIII NTB

Di tengah riuhnya Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok perempuan lansia tampak mencuri perhatian. Dia adalah Nelly Rohati, wanita berusia 73 tahun asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Prestasi membanggakan kembali diraih petenis meja Rina Sintya dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DKI Jakarta. Peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumatera Utara ini menjadi yang terbaik dalam Seleksi Nasional (Sel
Kamis, 29 Mei 2025

Jadi Tunggal Putri Terbaik Seleknas Tenis Meja, Rina Sintya Siap Berprestasi di Tingkat Internasional

Prestasi membanggakan kembali diraih petenis meja Rina Sintya dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DKI Jakarta. Peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumatera Utara ini menjadi yang terbaik dalam Seleksi Nasional (Seleknas) Tenis Meja Piala Menpora 2025.

Sempat vakum lama, mantan atlet anggar putri asal Aceh Cut Intan Nabila siap kembali berlaga di arena. Hal tersebut disampaikan perempuan 24 tahun itu seusai menghadiri konferensi pers Asian Fencing Championships 2025 di Media Center Graha Kemenpora, Jala
Rabu, 28 Mei 2025

Kembali ke Dunia Anggar, Cut Intan Nabila Promosikan Asian Fencing Championships 2025

Sempat vakum lama, mantan atlet anggar putri asal Aceh Cut Intan Nabila siap kembali berlaga di arena. Hal tersebut disampaikan perempuan 24 tahun itu seusai menghadiri konferensi pers Asian Fencing Championships 2025 di Media Center Graha Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Rabu (28/5) siang.

Perjalanan pecatur muda Shafira Devi Herfesa untuk menembus Piala Dunia Catur FIDE Women’s World Cup 2025 sangat luar biasa. Dikenalkan ayahnya olahraga catur sejak umur 3 tahun membuatnya berhasil menjadi salah satu atlet catur berpotensi dan membanggaka
Sabtu, 10 Mei 2025

Bermain Catur Sejak Umur 3 Tahun, Shafira Devi Herfesa Akhirnya Sukses Lolos ke Piala Dunia Catur 2025

Perjalanan pecatur muda Shafira Devi Herfesa untuk menembus Piala Dunia Catur FIDE Women’s World Cup 2025 sangat luar biasa. Dikenalkan ayahnya olahraga catur sejak umur 3 tahun membuatnya berhasil menjadi salah satu atlet catur berpotensi dan membanggakan Indonesia.

Wamenpora Taufik Buka Bimbingan Teknis Fasilitasi Olahragawan Elit Nasional
Senin, 22 September 2025

Wamenpora Taufik Buka Bimbingan Teknis Fasilitasi Olahragawan Elit Nasional

Kemenpora memperkuat tata kelola olahraga nasional, salah satunya terkait tertib administrasi.

Menpora Erick Rapat Bersama NOC, Bahas Persiapan Indonesia di Multievent Dunia
Senin, 22 September 2025

Menpora Erick Rapat Bersama NOC, Bahas Persiapan Indonesia di Multievent Dunia

Menpora Erick Thohir bertemu Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Pertemuan ini membahas tentang persiapan Indonesia di multievent dunia.

Menpora Erick Thohir Saksikan Timnas Indonesia vs Belanda di Ajang Futsal Four Nation Cup 2025
Sabtu, 20 September 2025

Menpora Erick Thohir Saksikan Timnas Indonesia vs Belanda di Ajang Futsal Four Nation Cup 2025

Menpora Erick Thohir menyaksikan pertandingan Timnas Futsal Indonesia kontra Belanda dalam laga lanjutan Four Nation Cup 2025.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile