Pansel Deputi Kemenpora Harap Sosok Terpilih Mampu Membawa Industri Olahraga Indonesia Berkembang
Jakarta: Panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga berharap sosok dan figur yang terpilih secara terbuka nantinya mampu mengembangkan industri olahraga Indonesia secara berkelanjutan.
"Intinya kami akan melihat seleksi ini dengan sangat terbuka. Kami mencari sosok, figur yang bisa membawa industri olahraga Indonesia berkembang kedepan, tidak hanya berkembang tapi juga berkelanjutan," ujar Anggota Pansel Rabin Indrajad Hattari selaku Sekretaris Utama BP BUMN saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (2/2) siang.
Menurutnya, Menpora Erick Thohir telah menyampaikan saat digelarnya Indonesia Sport Summit beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa salah satu kontribusi untuk bisa memperkuat bidang olahraga adalah industrinya.
"Ini adalah salah satu program yang Pak Menteri (Erick Thohir) inginkan, supaya industri olahraga di Indonesia berkembang seperti layaknya negara-negara maju lainnya. Pak Menteri ingin bagaimana sosok ini bisa membangun industri olahraga tidak hanya dari sisi regulatornya tapi juga dari sisi policy makernya," ucapnya.
Tim panitia seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Madya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga terdiri dari kalangan akademisi, kalangan profesional, lintas kementerian serta internal Kemenpora.
Diantaranya, Chandra Hamzah dari akademisi, Susyanto dari kalangan profesional, Rabin Indrajad Hattari selaku Sekretaris Utama BP BUMN, Amperawan selaku Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat, Sekretaris Dukungan Kabinet Kemensesneg serta Gunawan Suswantoro selaku Ketua Pansel yang juga Sekretaris Kemenpora RI.
"Baru kali ini Kemenpora membuka seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya bukan hanya dari ASN tapi kalangan profesional, sebetulnya ini bukan hal baru di kementerian lain juga ada seperti ini dan yang paling penting sudah ada persetujuan presiden," imbuh Susyanto.
"Kami dari pansel ini ingin mencari sosok yang diinginkan sehingga pencarian kita lebih luas tidak hanya dari ASN. Pak Ketua tentu sudah membuka peluang ini ke seluruh ASN tidak hanya di Kemenpora tapi ke kementerian lain. Pada akhirnya apakah nanti yang diterima yang ASN atau non ASN itu sangat tergantung dari penilaian pansel yang memenuhi kriteria," paparnya.
Para anggota pansel terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Madya sebagai Deputi Pengembangan Industri Olahraga ini akan menjalankan tugasnya secara transparan dan akuntabel demi mendapatkan sosok yang mampu memajukan olahraga dan industrinya.
"Meski ini di Kemenpora baru pertama untuk seleksi terbuka ini kami diminta Pak Menteri untuk menjadi anggota pansel dan akan menjalankan proses seleksi ini secara akuntabel, tata kelolanya kita jaga, objektif, transparan dan prinsip kehati-hatinya kita jaga," kata Chandra Hamzah.
"Kita sepakat bahwa akan memilih calon yang terbaik dari sistem dan tidak ada intervensi dari pihak manapun jadi benar-benar yang memang dibutuhkan untuk memajukan olahraga dan sekaligus bisnisnya," pungkasnya. (ben)










