PB PASI Target Loloskan Dua Sampai Empat Atlet Lolos Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021

Rabu, 23 September 2020
Bagikan:

Jakarta: Setelah berhasil menempatkan satu nama Lalu Muhammad Zohri lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021, PB PASI masih terus berusaha meloloskan dua hingga empat atlet lain. Hal itu disampaikan manajer timnas atletik Mustara Musa saat mendampingi atlet pelatnas berlatih di Stadion Madya, Komplek Olahraga GBK, Senayan, Jakarta. 

"Sejauh ini kita tetap fokus menyelesaikan program pelatnas hingga Desember 2020 untuk persiapan di tahun 2021 yakni kualifikasi olimpic," kata Mustara saat di temui di Stadion Madya, Rabu (23/9) pagi. 

Pihaknya juga masih mengupayakan agar ada lebih banyak atlet atletik lolos kualifikasi olimpiade. "Kita sudah ada satu yang lolos kualifikasi olimpiade atas nama Lalu Muhammad Zohri (nomor lari 100 meter) dan kita sedang mengupayakan dua hingga empat atlet yang diproyeksikan mengikuti babak kualifikasi Olimpiade termasuk untuk persiapan SEA Games 2021," tambahnya.

Program pelatnas atletik yang dilaksanakan dari PPON Kemenpora 2020 lanjutnya, diawali sejak tahun 2019. Program diusulkan hingga dimulai pelatnas bulan Januari hingga Maret di dua tempat berbeda yakni di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat untuk lari jarak jauh dan menengah sementara untuk nomor teknik sprint dan sebagainya dipusatkan di Stadion Madya, Jakarta."Karena adanya Pandemi Covid-19 maka semua pelatnas atletik dipusatkan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta dengan nama program adaptasi atau program penyesuaian," ujarnya. 

Hal itu lanjutnya, karena dampak dari banyaknya even yang ditunda baik dalam dan luar negeri, single event maupun multievent termasuk olimpiade, maka dari PB PASI mengadaptasi program berdasarkan rekomendasi dari bidang teknis, medis, psikolog dan tim pendukung lainnya. "Sebanyak 20 atlet melakukan pelatnas di Stadion Madya dilaksanakan dengan dua periode yakni periode pertama 15 atlet dan sisanya di tiga bulan terakhir hasil dari verifikasi Tim Kemenpora," urainya. 

Ia menyampaikan kebutuhan teknis yang melekat di tempat latihan (Stadion Madya) tetap dimanfaatkan sementara peralatan yang dianggarkan di tahun 2020 difokuskan untuk kesehatan atlet, pelatih dan tim pendukung lainnya menghadapi pandemi seperti masker, hand sanitizer, thermo gun dan lainnya yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.  

Meski berupaya sekuat tenaga agar para atlet mampu mengharumkan nama bangsa dengan prestasi membanggakan di tingkat dunia, ia masih menemukan kendala dalam hal penggunaan fasilitas latihan di Stadion Madya. "Kami masih menemukan kendala penggunaan Stadion Madya oleh pihak lain, ini sangat mengganggu. Tapi hal lainnya tidak ada kendala karena di Senayan ini kami nilai sangat representatif untuk pelatnas termasuk dukungan dari kementerian/lembaga lainnya," tuturnya. (ben)

Ajang lari Merdeka Run 2026 membuat pasangan suami istri asal Semarang, Jawa Tengah, Rianto (45) dan Vaneza (30), rela mengambil jatah cuti kerja. (foto: Herry/kemenpora.go.id)
Kamis, 27 Agustus 2026

Cerita Pasutri Asal Semarang Rela Cuti Kerja dan “War” Tiket Merdeka Run 2026

Antusiasme untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui ajang lari "Merdeka Run 2026" membuat pasangan suami istri asal Semarang, Jawa Tengah, Rianto (45) dan Vaneza (30), rela mengambil jatah cuti kerja hingga bersaing ketat saat berburu tiket (war ticket).

CEO AFC Ajax Menno Geelen akan hadir di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 untuk berbagi perspektif tentang masa depan industri sepak bola. (foto: istimewa)
Kamis, 27 Agustus 2026

CEO Ajax Hadir di ISS 2026, Bongkar Strategi Bangun Sepak Bola Berkelanjutan

CEO AFC Ajax Menno Geelen akan hadir di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 untuk berbagi perspektif tentang masa depan industri sepak bola. Ia akan membahas bagaimana klub dapat tumbuh secara finansial sekaligus memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Merdeka Run 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga. (foto: dok/Kemenpora)
Kamis, 27 Agustus 2026

Merdeka Run 2026 Jadi Ajang Olahraga Bersama Keluarga

Merdeka Run 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal itu terlihat dari sejumlah peserta yang datang bersama pasangan, anak, maupun anggota keluarga lainnya saat pengambilan racepack di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta,

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Karnaval HUT ke-81 RI menjadi momentum Kemenpora untuk mendekatkan olahraga dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap Merah Putih yang berkibar di podium internasional, ada perjuangan para atlet yang layak mendapat dukungan dan apresiasi seluruh bangsa.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81