Menpora Amali Tegaskan DBON untuk Pabrik Prestasi Olahraga Jangka Panjang

Kamis, 12 Agustus 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama.
Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama.

Jakarta: Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama. Sementara Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara.

“Jadi perubahan paradigma berawal arahan presiden pada peringatan Haornas ke-37, tanggal 9 September. Arahan beliau itu saya diminta mereview total ekosistem olahraga Indonesia. Karena beliau sampaikan tak masuk di akal kita ini penduduknya lebih dari 267 juta, masa sih mendapatkan atlet dan talenta-talenta kita gak bisa,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber dalam podcast JPNN.com, Selasa (10/8) sore.

Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi meminta Menpora Amali untuk memperbaiki manajemen dan data olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga dan mencari talenta-talenta atlet usia dini di seluruh Indonesia. Selain itu, Jokowi meminta Menpora untuk bekerjasama dengan KONI, KOI dan stakeholder olahraga. 

“Dari arahan bapak presiden kemudian saya diskusi internal dan berdiskusi dengan eksternal. Semua stakeholder termasuk kalangan perguruan tinggi, para profesor olahraga, akademisi, guru besar olahraga di berbagai perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurut Menpora, prestasi olahraga selama ini didapatkan didapatkan by accident bukan by design. Sehingga, meskipun mereka berprestasi tapi tidak ada pelapis atu penggantinya.

“Mungkin bisa mencapai prestasi tinggi. Tapi setelah itu, lapisan di tengah, lapisan bawah, bahkan paling bawah kita gak punya. Dengan bahasa sederhana sering saya sampaikan kita harus membuat pabrik prestasi. Prestasi ini harus dipabrik, harus dibuat, dan untuk membuat itu kita harus design, harus ada blue print, dan untuk menuju kesana harus ada road map (olahraga),” pungkasnya.

Dengan demikian, Desain Besar Olahraga Nasional dilahirkan dan saat ini masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum. Dalam DBON, ini Kemenpora melibatkan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Kalau ini jalan (DBON). Baru kita bisa mengukur prestasi. Tetapi kalau masih seperti sekarang, kita akan begini terus, kita tak pernah ada fokus,” jelasnya.

Menpora juga menjelaskan, dalam DBON ini pihaknya menempatkan 14 cabang olahraga sebagai cabor unggulan. Cabor-cabor tersebut dipilih berdasarkan karakter fisik orang Indonesia dan yang sudah dipertandingkan di olimpiade.

“Kita diskusi dan kita menyimpulkan, kita harus menyesuaikan dengan kondisi fisik orang Indonesia. Nah yang cocok adalah mengandalkan yang teknik dan akurasi,” ujarnya.

“Kita harus perluas cabor yang lolos kualifikasi dan makin banyak yang lolos kualifikasi sehingga probabilitas untuk memperoleh medali makin terbuka lebar,” tambahnya.

Penempatan urutan cabor-cabor tersebut didasarkan pada perhitungan yang matang secara ilmiah. Misalnya, cabor Bulutangkis ditempatkan di urutan pertama di DBON karena dari sisi sejarah prestasinya di olimpiade, perbandingan dengan negara lain serta statistiknya. 

Selain itu, cabor unggulan adalah yang digemari masyarakat Indonesia misalnya Sepakbola, Bola basket dan Bola voli. “Sepakbola berdasarkan survei lembaga internasional digemari hingga diatas 70 persen rakyat Indonesia,” pungkasnya. 

Ketiga cabor tersebut dimasukan dalam DBON untuk kategori kelompok industri. Pasalnya, ketiganya secara statistic dan sejarah olimpiade tidak masuk.

“Kita kelompokkan tiga cabor ini dalam industri olahraga. Karena ketiga cabor ini sudah menjalankan kompetisi olahraga secara professional, berarti industri olahraga sudah jalan,” katanya.

Sementara itu, cabor yang konsisten di pertandingkan di olimpiade unggulkan dalam DBON seperti Panahan, Menembak, Angkat Besi, Bulu Tangkis dan lainnya. Dengan demikian, cabor-cabor tersebut akan dijadikan fokus dalam pembinaan atlet kedepan.

“Dari Olimpiade Tokyo ada pelajaran baru yang kita didapatkan, ada negara di Olimpiade  Rio itu bahkan tak ada peringkat. Kok tiba-tiba dia ada sekarang bahkan di atas kita,” katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena Negara-negara tersebut fokus terhadap pembinaan olahraga tertentu. Misalnya, Jamaika yang hanya konsentrasi di atletik. 

“Rupanya seperti Jamaika dia konsentrasi. Hal itu yang selama ini kita enggak pikirkan, paradigma kita tak seperti ini, dapat dua medali emas saja misalnya, itu rangking langsung naik. Nah hal-hal seperti ini yang tidak kita pikirkan, yang penting kita kirim kontingen sebanyak-banyaknya,” paparnya.

Dengan demikian, Menpora ingin merubah paradigma paradigma masyarakat dalam DBON yang telah disusun tersebut. Meskipun, Menpora Amali mengakui hal itu merupakan affirmative action. Namun, menurutnya, hal itu harus dilakukan karena kalau tidak maka prestasi olahraga akan seperti yang selama ini.

“Saya siap tidak popular dan saya siap dianggap tidak berprestasi jangka pendek. Tetapi saya akan menanamkan pondasi yang kuat terhadap olahraga Indonesia,” tegasnya.(ded)
 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan tanda tangan Nota Kesepahaman dengan Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah di Auditorium Vokasi Kampus UI, Depok, Jumat (31/7) pagi. (foto:Herry/kemenpora.go.id)
Jumat, 31 Juli 2026

Jalankan Arahan Presiden, Kemenpora Kolaborasi dengan UI Perkuat Ekosistem Manajemen Olahraga dan Pendidikan untuk Atlet Berprestasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus melakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memperkuat ekosistem olahraga Indonesia. Salah satunya, Kemenpora menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dengan Universitas Indonesia (UI).

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mengajak para pemuda Indonesia menjadi calon delegasi dari 2026 China-ASEAN Youth Campus and "Bridge the Future" China-ASEAN Young Leaders Capacity Building Program.
Jumat, 31 Juli 2026

Kemenpora Buka Pendaftaran Program Kepemudaan China-ASEAN 2026, Delegasi Terpilih Berangkat Gratis ke Tiongkok

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mengajak para pemuda Indonesia menjadi calon delegasi dari 2026 China-ASEAN Youth Campus and "Bridge the Future" China-ASEAN Young Leaders Capacity Building Program.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) sebagai kementerian yang membidangi sektor kepemudaan sedang mempersiapkan forum pertemuan tingkat tinggi seluruh pemuda dari penjuru negeri melalui Indonesia Youth Summit (IYS) 2026.
Jumat, 31 Juli 2026

Kemenpora RI Siapkan IYS 2026 sebagai Wadah Penguatan Kepemimpinan dan Fondasi Penyusunan Arah Pembangunan Kepemudaan dan Keberlanjutannya

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) sebagai kementerian yang membidangi sektor kepemudaan sedang mempersiapkan forum pertemuan tingkat tinggi seluruh pemuda dari penjuru negeri melalui Indonesia Youth Summit (IYS) 2026.

: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari (foto: FPTI)
Rabu, 29 Juli 2026

Beasiswa LPDP untuk Olahragawan, Puji Lestari: Seimbangkan Prestasi dan Pendidikan sebagai Senjata Utama Masa Depan

Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Aisha Putri Safrianty seorang mahasiswa berprestasi dari Universitas Indonesia (UI) yang aktif di berbagai forum kepemudaan baik nasional maupun internasional.
Selasa, 28 Juli 2026

Kenalan dengan Aisha Putri Safrianty, Menjadi Inspirasi Memberi Semangat dan Dampak Nyata Literasi untuk Anak Negeri

Aisha Putri Safrianty adalah seorang mahasiswa berprestasi dari Universitas Indonesia (UI) yang aktif di berbagai forum kepemudaan baik nasional maupun internasional. Ia juga peneliti muda dan aktivis hak-hak anak

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG). (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Minggu, 25 Januari 2026

Dari ART Bergaji Rp 150 Ribu per Bulan, Marlina Kini Sukses Hattrick Medali Emas ASEAN Para Games

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, pada laga final nomor Women's Single SH6 melawan wakil tuan rumah Thailand dua set langsung dengan skor telak 21-5, 21-1.

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni meraih medali emas ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto: Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Alvin Nomleni Pemuda NTT Bangga Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni menyampaikan rasa bangganya usai sukses menyabet medali emas dan mempersembahkannya untuk Merah Putih pada laga ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Menpora Erick Thohir Buka Garuda Academy Year II 2026
Rabu, 29 Juli 2026

Menpora Erick Thohir Buka Garuda Academy Year II 2026

Penguatan kepemimpinan dan sistem yang baik menjadi fondasi utama transformasi sepak bola Indonesia menuju ekosistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Timnas Indonesia Taklukkan Kamboja Pada Piala AFF 2026
Selasa, 28 Juli 2026

Timnas Indonesia Taklukkan Kamboja Pada Piala AFF 2026

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Putra Senior Indonesia berhasil taklukkan Kamboja dalam ajang Piala AFF 2026 atau ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7) malam.

Menpora Erick Buka Turnamen Voli Putri Piala Arie One Cup II, Tekankan Pentingnya Dampak Sosial dan Ekonomi dari Event Olahraga
Sabtu, 25 Juli 2026

Menpora Erick Buka Turnamen Voli Putri Piala Arie One Cup II, Tekankan Pentingnya Dampak Sosial dan Ekonomi dari Event Olahraga

Menpora Erick membuka Turnamen Open Voli Putri Piala Arie One Cup II di Lapangan Voli RW 013, Villa Mahkota Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/7).

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81