Dorong Wirausahawan Muda di Kampus, Menpora Amali Harap Lulusan Perguruan Tinggi Mandiri dan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Kamis, 15 Juli 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali membuka secara resmi kick off Kuliah Kewirausahaan Pemuda dengan tema ‘Mengembangkan talenta wirausaha muda pemula untuk Indonesia yang semakin maju dan jaya’ secara virtual, Kamis
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali membuka secara resmi kick off Kuliah Kewirausahaan Pemuda dengan tema ‘Mengembangkan talenta wirausaha muda pemula untuk Indonesia yang semakin maju dan jaya’ secara virtual, Kamis

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali membuka secara resmi kick off Kuliah Kewirausahaan Pemuda dengan tema ‘Mengembangkan talenta wirausaha muda pemula untuk Indonesia yang semakin maju dan jaya’ secara virtual, Kamis (15/7) siang.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kemenpora dan Kementerian Koperasi dan UMKM. Hadir dalam acara ini para rektor dan akademisi dari 35 perguruan tinggi serta ratusan wirausahawan muda yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menpora Amali mengatakan bahwa walaupun dalam situasi pandemi COVID-19 dan penyebaran kasusnya makin meningkat. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat pihaknya untuk membekali keterampilan kepada anak muda yang saat ini berada di perguruan tinggi.

Menurutnya, para pemuda atau mahasiswa di kampus tersebut, jangan hanya memiliki kemampuan akademik saja, tapi juga harus ada keterampilan lain yang didapatkan di perguruan tinggi salah satunya kewirausahaan.

“Tentu juga mereka harus kita bekali agar supaya begitu mereka keluar dari perguruan tinggi, dari kampus masing-masing mereka mampu mandiri, mereka mampu bersaing,” kata Menpora Amali.

Dengan demikian, perguruan tinggi melahirkan pemuda menciptakan lapangan pekerjaan bukan pencari pekerjaan.

“Itulah tujuan kita menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda dan khususnya di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.

Tantangan mahasiswa dan pemuda yang saat ini berada di perguruan tinggi dinilai semakin kompleks dan semakin berat, karena persaingan global semakin hari semakin ketat. Dia mencontohkan, baru perang dagang antara dua Negara yakni Amerika Serikat dan Tiongkok tapi imbasnya ke negara-negara lain termasuk termasuk Indonesia. Namun apa yang terjadi bila semua negara ikut dalam persaingan-persaingan tersebut.

“Kalau kita tidak persiapkan anak-anak kita sebagai generasi muda, generasi penerus yang di mana di tangan mereka negara ke depan, maka saya kuatir kita akan termarjinalkan dalam persaingan global itu,” ujarnya.

Sementara itu, tantangan yang lain adalah Indonesia merupakan salah satu negara yang mengandalkan sumber daya alam. Akan tetapi, makin hari sumber daya alam tersebut akan habis apalagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti batu bara dan minyak bumi.

“Berbeda halnya dari negara-negara yang penduduknya sudah tidak mengandalakan dirinya pada sumber daya alam, tentu mereka makin inovatif, makin kreatif, untuk bisa survive,” katanya.

Terlebih saat ini sudah masuk di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, belum lagi akibat pandemi COVID-19 melahirkan tatanan kehidupan baru dan memunculkan komunitas-komunitas digital yang mau tidak mau semua harus berada di dalamnya.

Disisi lain, yang juga menjadi tantangan adalah jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta lebih dan makin hari makin bertambah. “Kita adalah salah satu negara yang akan mendapatkan bonus demografi dimana usia produktif akan lebih banyak dari usia yang tidak produktif ini tantangan,” pungkasnya.

Bahkan, lapangan pekerjaan di sektor pemerintah dan perusahaan non pemerintah terbatas dan yang tidak terbatas adalah menjadi wirausawahan. 
Dengan demikian, Menpora mendorong para rektor untuk menumbuhkan keterampilan dan wirausaha di perguruan tinggi kepada para pemuda dan mahasiswanya sebagai solusi dari masalah tersebut.

“Kalangan perguruan tinggi harus memberikan bekal yang lebih di luar bekal-bekal kemampuan akademik kepada para mahasiswanya. Tetapi ada bekal keterampilan lagi supaya mahasiswa ini begitu dia lulus dari perguruan tinggi menjadi kebanggaan dari kampus itu, Karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi gantungan orang lain, bukan dia bergantung pada orang lain,” harapnya.

Menpora pun menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar kemnterian dan lembaga pemerintah serta perguruan tinggi dalam menumbuhkan dan menciptakan wirausawan muda dan membangun inkubasi bisnis. 

Selanjutnya, dia menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas dari para narasumber yang berasal dari berbagai institusi untuk mendukung program kuliah umum tersebut.

“Karena masa depan bangsa dan negara ini ada di tangan anak-anak muda kita, ada di tangan para pemuda kita, ada di tangan para mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh mengatakan kegiatan ini bertujuan agar anak-anak muda yang berada di lingkungan pendidikan tinggi dapat berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan upaya menyelesaikan persoalan kekinian.

Sebab, anak muda merupakan agen perubahan sosial dengan kreativitas, inovasi, semangat entrepreneurship, leadership, dan juga pionering sebagai agen perubahan pemuda tentu diharapkan untuk terus melakukan inovasi menciptakan hal-hal yang baru.

“Salah satu ikhtiar itu adalah pertemuan hari ini komitmen membangun kolaborasi di dalam membangun kesadaran tentang pentingnya jiwa kewirausahaan,” katanya.(ded)

Semangat menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya Wini Nur Kustiah, warga asal Cikarang, Jawa Barat, yang antusias ambil bagian dalam ajang lari Merdeka Run 2026. (foto: dok/kemenpora)
Jumat, 28 Agustus 2026

Wini Bawa Semangat Inklusivitas di Merdeka Run 2026

Semangat menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya Wini Nur Kustiah, warga asal Cikarang, Jawa Barat, yang antusias ambil bagian dalam ajang lari Merdeka Run 2026.

Peserta Merdeka Run 2026 perlu mengenali warna BIB yang digunakan sesuai dengan kategori perlombaan. Selain menjadi identitas peserta, BIB juga memiliki fungsi dalam mendukung proses pencatatan waktu selama perlombaan berlangsung. (foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 28 Agustus 2026

Kenali Warna Bib Merdeka Run 2026, Pastikan Chip Timing Tetap Aman

Peserta Merdeka Run 2026 perlu mengenali warna BIB yang digunakan sesuai dengan kategori perlombaan. Selain menjadi identitas peserta, BIB juga memiliki fungsi penting dalam mendukung proses pencatatan waktu selama perlombaan berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan kegiatan Merdeka Run 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari rute lari akan ditutup sementara.(dok/istimewa)
Jumat, 28 Agustus 2026

Merdeka Run 2026 Digelar Sabtu, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Ditutup Sementara

Merdeka Run 2026 akan digelar pada Sabtu (29/8) dengan titik start di kawasan Istana Merdeka, Jakarta. Untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan kegiatan, sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari rute lari akan ditutup sementara mulai pukul 04.00 hingga 07.30 WIB.

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Karnaval HUT ke-81 RI menjadi momentum Kemenpora untuk mendekatkan olahraga dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap Merah Putih yang berkibar di podium internasional, ada perjuangan para atlet yang layak mendapat dukungan dan apresiasi seluruh bangsa.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81