Jaga Masa Depan Atlet, Kemenpora Gandeng BRI Bekali Literasi Keuangan Untuk Peraih Medali SEA Games 2025
Jakarta: Dukungan pemerintah kepada para atlet peraih medali SEA Games 2025 tidak hanya dalam bentuk pemberian bonus dengan nilai fantastis sebagai penghargaan atas kerja keras mereka mengharumkan nama bangsa, tapi juga menjaga masa depan atlet dengan mengarahkan penggunaan bonus secara bijak.
Untuk memberikan pemahaman kepada para atlet dalam memanfaatkan bonus, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) bersama BRI sebagai bank penyalur bonus atlet SEA Games 2025 mengadakan pembekalan literasi keuangan untuk para atlet dan pelatih di Menara Brilian, Jakarta, Rabu (7/1).
Kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, ini juga melanjutkan arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang meminta agar para atlet tidak terlena dengan pencapaian saat ini dengan menghamburkan bonus yang didapat serta memikirkan masa depan.
“Kita mengerti bahwa tantangan yang dihadapi para atlet untuk menjaga keberlangsungan kariernya memang tidak mudah. Mereka harus menjaga konsistensi performa, di sisi lain kita harus sadar profesi sebagai atlet ini juga tidak panjang, ada faktor usia yang membatasi pencapaian mereka. Maka sesuai pesan Bapak Presiden yang menginginkan para atlet memikirkan masa depannya, kami adakan pembekalan literasi keuangan ini agar mereka mengerti cara mengatur dan memanfaatkan bonus senilai ratusan juta sampai miliaran rupiah untuk keberlanjutan hidup mereka,” ujar Menpora Erick.
Perhatian akan kesejahteraan atlet juga diungkapkan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, yang berharap para atlet bisa mendapatkan ilmu dan masukan bermanfaat sehingga pengelolaan bonus bisa dilakukan dengan penuh pertimbangan serta manfaatnya bisa terasa hingga jangka panjang.
"BRI dipercaya menjadi mitra dalam penyaluran bonus atlet. Ini merupakan tanggung jawab besar bagi kami untuk memastikan seluruh proses berjalan akuntabel dan transparan. Tujuan literasi keuangan ini adalah membekali atlet dengan pemahaman pengelolaan dan perencanaan keuangan, sehingga dapat menjadi fondasi kesejahteraan jangka panjang ke depan," jelasnya.
Sesi edukatif literasi keuangan disampaikan oleh pemateri Prita Ghozie, perencana keuangan independen dan prakitisi literasi finansial.
Dalam materinya, Prita membeberkan bagaimana memprioritaskan tujuan keuangan, hingga memahami komponen pengeluaran. Tak hanya itu, dia juga memberikan pemahaman tentang memilih aset investasi sesuai kebutuhan.(jef)










