Bangganya Vidya Rafika, Baru Usia 18 Tahun Terpilih Jadi Penembak Muda Indonesia Lolos Olimpiade 2020

Siapa atlet yang tidak bangga ketika namanya dinyatakan lolos Olimpiade 2020.
Senin, 02 Maret 2020

Jakarta: Siapa atlet yang tidak bangga ketika namanya dinyatakan lolos Olimpiade 2020. Perasaan dan prestasi itulah yang saat ini disandang penembak muda Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (18 tahun), sebagai penembak muda Indonesia yang dinyatakan lolos Olimpiade 2020 dari jalur kualifikasi, Fika bertekad bisa mengharumkan nama Indonesia di kanca olahraga paling bergengsi di dunia.   

Kabar pertama lolos Olimpiade 2020 dia dapatkan ketika usai mengikuti Asian Shooting Championship (ASC), Qatar, November 2019 lalu. “Setelah pertandingan selesai pelatih aku itu ngomong kayak gini ‘kamu siap-siap ya prepare’ kamu lolos ke Olimpiade. Awalnya bingung, gak nyangka, darimana bagusnya aku, begitu dilihat hasilnya ternyata aku ini di Asia udah urutan ke 14 ya. Ya udah ikutin aja” kata Fika dengan bangganya. 

Keberhasilan Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba mengukir prestasi gemilang diusia belia bukanlah sebuah keberuntungan belaka. Proses menuju ketitik ini sudah ia mulai sejak usianya masih sangat muda. Fika sapaan akrab remaja 18 tahun ini, sudah familiar dengan olahraga menembak sejak usia 9 tahun, sebab I Gusti Ayu Putu Indra Dewi, Ibunda Fika yang merupakan mantan atlet menembak nasional rutin membawanya ke lokasi latihan untuk memperkenalkan Fika pada olahraga ini. 

Saat Fika Setuju untuk menjajal kemampuannya membidik target, Ia mendapat bimbingan langsung dari sang bunda. Fika yang sering dibawa ibunya saat bertanding mengaku mulai mencoba senjata sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Fika mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Pekanbaru, pada saat itu ia baru kelas 6 SD. 

Tahun 2015, Fika mendapatkan undangan untuk bergabung di pelatnas dan langsung turun di South East Asian Shooting Association (SEASA) yang pada saat itu dilangsungkan di Indonesia. Kualitasnya sebagai atlet menembak mulai tampak setelah tampil di South East Asian Shooting Association (SEASA) Championship 2016 Vietnam. 

Bersama dua rekannya yakni Iqlima Khayra Mumtazya dan Dewi Laila Mubarokah, ia berhasil meraih medali perak untuk beregu putri di nomor air rifle match. Fika sendiri juga meraih medali perunggu pada kategori perorangan. Namun, SEA Games 2019- lah yang akhirnya melambungkan nama Fika. Keberhasilannya merebut dua medali emas di Filipina, menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Saat akhirnya mengikuti Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar, Fika positif mengantongi tiket Olimpiade Tokyo 2020. 

Meski masih muda, remaja kelahiran 27 Mei 2001 ini telah menunjukkan kematangan mental sebagai seorang atlet, kepercayaan dirinya patut diacungi jempol. Ia mempunyai cara tersendiri untuk bisa melawan rasa gugup dan ketakutan dalam setiap ajang yang diikutinya. Di pesta olahraga empat tahunan dunia ini, Fika memang tak memasang target tertentu, namun Ia ingin memberikan yang terbaik. “Aku nggak ada target sih, karena olimpiade ini memang ajang terbesar dunia. Tapi mama saya bilang pertandingan itu adalah latihan yang serius. Sedikit serius, tapi jangan sampe kamu itu terbebani. Jadi santai aja. Tapi aku percaya, kalau aku fokus aku bisa," tambahnya. 

Saat ini dirinya fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi pesta olahraga dunia tersebut. Fika akan mengikuti uji coba setidaknya di 3 kejuaraan, yaitu; ISSF World Cup Rifle/Pistol/Shotgun di New Delhi, India, 15-26 Maret 2020, ISSF World Cup Rifle/Pistol di Munich, Jerman, 2-9 Juni, dan ISSF World Cup Rifle/Pistol/Shotgun di Baku, Azerbaijan. Kemudian ada pula test event Olimpiade Rifle/Pistol/Shotgun di Tokyo, Jepang, 16-26 April. (sin)

Bagikan:
Bagi Syamsul Bahri, Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan bukan sekadar pertemuan antarpemerintah. Forum yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) di Hotel Pullman Jakarta. (dok.Bagus/kemenpora)
Senin, 19 Oktober 2026

Dari Makassar, Syamsul Bahri Bawa Pulang Misi: Olahraga Bukan Beban, tapi Investasi

Bagi Syamsul Bahri, Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan bukan sekadar pertemuan antarpemerintah. Forum yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Hotel Pullman Jakarta, Jumat (16/10), menjadi kesempatan yang telah lama dinantikannya untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Kibaran Merah Putih mengawali langkah kontingen Indonesia dalam upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Senin, 19 Oktober 2026

Bawa Merah Putih di Nagoya, Jaenal Aripin Merinding Pimpin Defile Indonesia di Asian Para Games 2026

Kibaran Merah Putih mengawali langkah kontingen Indonesia dalam upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (18/10) malam. Di barisan terdepan, atlet para atletik Jaenal Aripin melaju dengan kursi rodanya sambil membawa bendera Merah Putih, mengantarkan kebanggaan Indonesia ke panggung Asia.

Wamenpora RI Taufik Hidayat menerima audiensi jajaran Prodi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Pamulang (Unpam) di Lantai 8 Graha Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Senin (19/10) pagi. (foto:Herry/kemenpora.go.id)
Senin, 19 Oktober 2026

Wamenpora Taufik Sambut Baik Kepedulian Prodi Penjas Unpam dalam Pembinaan Talenta Olahraga Nasional

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat menerima audiensi jajaran Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Pamulang (Unpam) di Lantai 8 Graha Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Senin (19/10) pagi.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026