Menengok Ambisi dan Mimpi Freestyler Muda Indonesia Ardhi Andryadi Jadi Juara Dunia

Semangat anak muda satu ini, Ardhi Andryadi layak diacungi jempol,
Senin, 22 Juni 2020

Jakarta: Semangat anak muda satu ini, Ardhi Andryadi layak diacungi jempol, perjuangan untuk memilih menekuni freestyle soccer berhasil mendongkraknya untuk membawa prestasi Indonesia di ajang kejuaraan dunia. Terakhir, freestyler handal Indonesia ini sedang mengikuti ajang RedBull Street Style World Final Virtual 2020 dan berharap meraih prestasi setinggi-tingginya untuk Indonesia.

Diawal perjalanan sebagai freestyle, Ia menemukan banyak kesulitan, tapi Ia tidak menyerah dan terus berusaha berlatih. Tahun 2014, Ardhi mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia yang berlangsung di Brasil. "Saya mulai menekuni freestyle soccer mulai dari tahun 2009. Awalnya saya melihat video atraksi pemain sepak bola yang melakukan atraksi freestyle, dari situ saya tertarik dan mencobanya. Hingga sampai sekarang sudah hampir 11 tahun saya menekuni freestyle soccer. Awal mula perjalanan freestyle saya menemukan banyak kesulitan, tapi saya tidak menyerah dan terus berusaha berlatih trik trik yg belum saya kuasai, hingga akhirnya pada tahun 2014 pertama kali saya dapat membawa nama Indonesia di tingkat komperisi dunia yg berlangsung di Brazil," katanya. 

Perjalanan Ardhi terus berlanjut. Walaupun belum dapat meraih hasil maksimal, di tahun 2015 saat Indonesia menjadi tuan rumah untuk kompetisi tingkat Asia, yang berlangsung bersamaan dengan sebuah kompetisi nasional, Ia berhasil menjadi juara nasional, dan menempati peringkat 4 di kompetisi Asia karena gagal pada perebutan juara 3 melawan peserta dari Jepang.Sejak saat itu, pemuda kelahiran Bogor tahun 1991 ini semakin termotivasi untuk serius di dunia freestyle

Tahun 2018 pun ia kembali bersaing di kejuaraan nasional, untuk memperebutkan hadiah yang sangat diinginkan oleh semua freestyler di Indonesia, yaitu tiket untuk bertanding di kejuaraan dunia 2018 yang diadakan di Polandia. Ardhi berhasil menjadi juara dan berangkat membawa nama Indonesia kembali dikompetisi tingkat unia. Tahun itu, Ia 1 grup dengan negara Perancis, Jerman, Spanyol, dan Polandia. Perjuangan yang tidak mudah tentunya. 

"Saya berhasil mendapatkan dua kali kemenangan atas negara Spanyol dan Jerman, namun harus mengaku kalah sengan skor 2-1 dengan Poland dan Prancis. Mempunyai point yg sama dengan peringkat ke 2 di grup menjadikan saya nyaris mempunyai kesempatan untuk masuk ke babak 16 besar. Tapi gagal karena penghitungan skor juri memutuskan Spanyol yg akan masuk ke babak 16 besar," katanya. 

Di tahun 2019 sekali lagi Ia menjadi juara nasional dan kembali membawa nama Indonesia ke kompetisi dunia yg diadakan di Miami. Berada 1 grup dengan para “monster” freestyler membuatnya tidak dapat berbuat banyak dan hanya meraih 1 kemenangan. Namun demikian, jebolan Indonesia Extreme Open Championship (IOXC) binaan Kemenpora ini belum menyerah di dunia freestyle soccer. 

Ia bahkan berharap apa yang dirinya lakukan dapat menjadi awal yang akan memotivasi anak muda lainnya dengan bakat olahraga ekstrem untuk tidak malu san ragu menyalurkannya dengan cara berprestasi. "Saya berharap kedepannya akan terus ada bibit bibit baru di Indonesia dan pelatihan yg lebih serius untuk para bibit freestyler sehingga Indonesia dapat lebih baik meraih prestasi di bidang Freestyle Soccer. Dengan sumber daya yg kita miliki dan pelatihan sejak dini saya yakin bukan hal mustahil Indonesia dapat menjadi juara dunia," tutup Ardhi. (sin/amr)

Bagikan:
Kemenpora RI membuka pendaftaran Wirasena Debate & Speech Competition 2026, kompetisi yang memberikan ruang bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, (foto: Istimewa)
Senin, 24 Agustus 2026

Wirasena Debate & Speech Competition 2026 Buka Ruang bagi Pemuda untuk Adu Gagasan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membuka pendaftaran Wirasena Debate & Speech Competition 2026, sebuah kompetisi yang memberikan ruang bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik.

Kemenpora RI terus mendorong terwujudnya ekosistem olahraga yang inklusif. Salah satunya melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" yang digelar di Kota Kediri (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Partisipasi Olahraga Disabilitas Perlu Ditingkatkan, Kemenpora Perkuat Penggerak di Daerah

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus mendorong terwujudnya ekosistem olahraga yang inklusif. Salah satunya melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" yang digelar di Kota Kediri

Menpora RI Erick Thohir mendukung konsep Sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan seperti yang digelar dalam Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8). (foto: Fajar/kemenpora.go.id)
Senin, 24 Agustus 2026

Apresiasi Festival Mbois 11, Menpora Erick: Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mendukung konsep Sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan seperti yang digelar dalam Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8).

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan
Senin, 24 Agustus 2026

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan

Peringatan HUT ke-81 RI di Kemenpora menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nilai keberagaman, persatuan, dan apresiasi atas pengabdian sebagai bagian dari semangat membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81