Menpora Dito Tegaskan Bantuan Pemerintah untuk Cabor Tahap Kedua Sedang Berjalan

Selasa, 15 April 2025
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menegaskan bakal ada fasilitasi bantuan dana tahap kedua untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang-cabang olahraga (cabor) unggulan. Setelah sebelumnya fasilitasi bantuan dana tahap pertama
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menegaskan bakal ada fasilitasi bantuan dana tahap kedua untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang-cabang olahraga (cabor) unggulan. Setelah sebelumnya fasilitasi bantuan dana tahap pertama

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menegaskan bakal ada fasilitasi bantuan dana tahap kedua untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang-cabang olahraga (cabor) unggulan. Setelah sebelumnya fasilitasi bantuan dana tahap pertama telah dicairkan termasuk untuk penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan dunia di Indonesia dengan total sekira Rp420 miliar, Senin (14/4) kemarin.

“Bantuan yang diberikan masih tahap pertama. Nantinya akan ada pemberian untuk pelatnas tahap kedua yaitu untuk cabor yang mempersiapkan diri dan memiliki potensi meraih medali di Asian Games 2026 serta cabor yang meraih medali emas pada SEA Games terakhir,” terang Menpora.

Pada fasilitasi tahap pertama, dana bantuan diberikan kepada 13 cabor. Meliputi bulu tangkis, menembak, panahan, atletik, dayung, angkat besi, balap sepeda, judo, renang, surfing, senam, sepak bola, dan akuatik. PSSI yang menaungi cabor sepak bola mendapat porsi bantuan dana Pelatnas terbanyak mencapai hampir Rp200 miliar. 

Menpora Dito menjelaskan, bantuan untuk PSSI memang bersifat khusus. Lantaran sepak bola dianggap sebagai cabor strategis dan berpotensi tinggi berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional.

“Berdasarkan Inpres, PSSI mendapatkan anggaran tidak hanya untuk pelatnas, tetapi untuk pengembangan sepak bola secara keseluruhan,” sebut Menpora Dito.

Pengembangan sepak bola secara keseluruhan ini meliputi timnas di semua level, ⁠pengembangan perwasitan dan kepelatihan, serta penyelenggaraan ⁠kompetisi-kompetisi. Kemudian juga pengembangan ⁠futsal, sepak bola wanita, sepak bola pantai, dan program-program lainnya.

Sedangkan untuk cabor lain, imbuh Menpora, masih akan mendapatkan bantuan terpisah dari pelatnas senior. Bantuan ini meliputi untuk pengembangan tenaga keolahragaan, pembinaan atlet junior dan penyelenggaraan kompetisi-kompetisi. Bantuan ini yang akan diberikan salah satunya pada fasilitasi tahap kedua.

“Terkhusus untuk PSSI, pemerintah memberikan dukungan kepada PSSI untuk program pembinaan di nasional dari kelompok usia U-17 hingga senior. Dengan tentunya target utamanya lolos ke Piala Dunia pada masing-masing level,” jelas Menpora Dito.

Karenanya Menpora mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang sudah mewujudkan keinginan Pemerintah dalam hal peningkatan prestasi sepak bola nasional. Yaitu dengan lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia Sepak Bola U-17 Tahun 2025 di Qatar.

Prestasi ini menurut Menpora Dito sesuai Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Terima kasih PSSI sudah memberikan ceklis satu buat Asta Cita. Karena Asta Cita itu tegas, fokusnya adalah Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia,” kata Menpora Dito.

Dalam mendukung tujuan menuju Piala Dunia pada semua tingkatan tersebut, menjadi pertimbangan dalam jumlah bantuan yang diberikan Kemenpora. Menpora kembali menegaskan, nominal bantuan yang diberikan menyesuaikan kebutuhan cabor-cabor untuk mencapai targetnya masing-masing, yang semuanya berdasarkan kebutuhan dan juga review dari para pakar.

“Jadi memang tidak bisa semua cabor nominalnya disamaratakan. Karena memang kebutuhannya berbeda-beda dan jumlah dari para atletnya pun juga berbeda-beda. Semua tentunya kami berikan sesuai kebutuhan masing-masing. Insyaallah harusnya tidak ada yang kurang,” terang Menpora.

Menpora Dito tak luput memberikan pesan kepada PSSI. Di antaranya untuk pengembangan futsal yang dinilai memiliki potensi yang tinggi, juga peningkatan kapasitas pelatih dan wasit secara berkelanjutan. Apresiasi juga diberikan kepada PSSI karena sepak bola adalah salah satu cabor yang secara reguler menyelenggarakan pertandingan timnas.

“Tentunya potensi pemasukan terbesar sepak bola dari penjualan tiket dan jersey,” tegas Menpora.

Sementara itu Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir menyatakan kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah merupakan hal yang sangat penting dalam membangun olahraga nasional. Pasalnya untuk bisa membangun olahraga nasional, semua pihak harus terlibat. 

“Karena itu kepercayaan menjadi penting. Sejak awal kami bersama Menpora transparan kepada Bapak Presiden tentang program-program sepak bola. Bapak Presiden mendukung penuh, Pak Menpora mendukung penuh, DPR mendukung penuh. Semua itu dari program yang kita paparkan secara transparan,” beber Erick Thohir yang juga menjabat Menteri BUMN.

Dibeberkan, PSSI memiliki target pengumpulan dana selama 2025 mencapai Rp650 miliar. Dengan bantuan dari Pemerintah mencapai hampir Rp200 miliar, PSSI juga mengumpulkan dana partisipatif dari sektor swasta dan para pendukung lainnya yang jumlahnya mencapai hampir Rp450 miliar. 

“Jadi angka yang saya rasa signifikan kalau dilihat perbandingan porsi Pemerintah dan porsi dari masyarakat itu sendiri. Ini yang kita juga sampaikan, tentu sejalan dengan prestasinya sendiri. Jadi bukan hanya dananya, tetapi prestasinya ada,” tandas Ketum PSSI. (luk)

Kemenpora RI membuka pendaftaran Wirasena Debate & Speech Competition 2026, kompetisi yang memberikan ruang bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, (foto: Istimewa)
Senin, 24 Agustus 2026

Wirasena Debate & Speech Competition 2026 Buka Ruang bagi Pemuda untuk Adu Gagasan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membuka pendaftaran Wirasena Debate & Speech Competition 2026, sebuah kompetisi yang memberikan ruang bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik.

Kemenpora RI terus mendorong terwujudnya ekosistem olahraga yang inklusif. Salah satunya melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" yang digelar di Kota Kediri (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Partisipasi Olahraga Disabilitas Perlu Ditingkatkan, Kemenpora Perkuat Penggerak di Daerah

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus mendorong terwujudnya ekosistem olahraga yang inklusif. Salah satunya melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya" yang digelar di Kota Kediri

Menpora RI Erick Thohir mendukung konsep Sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan seperti yang digelar dalam Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8). (foto: Fajar/kemenpora.go.id)
Senin, 24 Agustus 2026

Apresiasi Festival Mbois 11, Menpora Erick: Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mendukung konsep Sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan seperti yang digelar dalam Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8).

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan
Senin, 24 Agustus 2026

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan

Peringatan HUT ke-81 RI di Kemenpora menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nilai keberagaman, persatuan, dan apresiasi atas pengabdian sebagai bagian dari semangat membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81