Hadapi Tantangan Zaman, Menpora Amali Minta Pemuda Pancasila Lakukan Transformasi

Sabtu, 03 April 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Majelis Pimpinan Nasional Ormas Pemuda Pancasila (MPN PP) di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat, Sabtu (3/4).(foto:putra/kemenpor
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Majelis Pimpinan Nasional Ormas Pemuda Pancasila (MPN PP) di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat, Sabtu (3/4).(foto:putra/kemenpor

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Majelis Pimpinan Nasional Ormas Pemuda Pancasila (MPN PP) di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat, Sabtu (3/4).

Pada acara ini, Menpora Amali yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila mengingatkan semua kader dan anggota untuk kembali pada tujuan organisasi ini dilahirkan yakni untuk mempertahankan dan menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tinggal Ika dan NKRI. 

"Semua orang tahu bahwa itulah tugas Pemuda Pancasila organisasi kemasyarakatan yang lahir di negeri ini yang mempunyai tugas untuk mempertahankan NKRI, Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa serta bentuk kebhinekaan kita," kata Menpora Amali dalam acara ini. 

Menpora Amali menyampaikan, dalam perjalanan bangsa ini, banyak dinamika dan ujian-ujian terhadap dasar negara dan ideologi negara termasuk akhir-akhir ini ada muncul intoleransi di tengah masyarakat. 

"Sampai hari ini masih kita rasakan ujian terhadap kebhinekaan kita. Di sana-sini muncul intoleransi dan lain sebagainya. Tetapi Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan tentu tidak boleh bergeser sedikitpun dari sejarah kelahirannya," harap Menpora Amali. 

Dalam perjalanannya, kata Menpora Amali, Pemuda Pancasila telah menjalankan peran strategis di berbagai sektor kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Namun dia mengingatkan kondisi dan tantangan yang dihadapi organisasi saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi pada tahun 80-an, 90-an dan 2000-an. Sehingga organisasi harus melakukan transformasi. 

"Karena itu sebagai sebuah organisasi. Maka sudah selayaknya kita bertransformasi menyesuaikan dengan tantangan-tantangan yang ada, sesuai situasi saat ini," ungkapnya. 

Menpora Amali pun menjabarkan, saat ini ada muncul sikap pragmatisme. Dimana banyak orang yang mengambil jalan pintas dan tidak mau bersusah payah dan bekerja untuk meraih kesuksesan. 

"Hal-hal yang seperti ini sekarang sedang melanda masyarakat kita dan menjadi tantangan buat Pemuda Pancasila. Kemudian fenomena individualis, tidak mau peduli orang lain, tidak mau tahu dengan orang lain, yang penting kita bisa survive, bisa hidup sendiri itu juga menjadi tantangan dari organisasi kita dan tentu yang paling juga terasa adalah interaksi di kalangan kader," pungkasnya. 

Menpora juga mengingatkan agar Pemuda Pancasila tidak lagi terjebak dengan nama besar di masa lalu. Karena arus perubahan yang begitu cepat mengakibatkan secara perlahan kebesaran organisasi ini mulai meredup. "Saya harus katakan kita jangan merasa bahwa kita masih besar, masih kuat orang lain melihat internal kita," ujarnya mengingatkan. 

Oleh karena itu, Menpora Amali meminta para pengurus untuk kembali meningkatkan peran dan partisipasi di tengah masyarakat mulai dari kepengurusan paling bawah hingga pusat. Karena perkembangan zaman, organisasi ini mendapat banyak persaingan. Bahkan organisasi yang baru dan kaum milenial. 

"Ini harus menjadi keprihatinan kita dan harus membangkitkan kembali gairah kita karena saya punya keyakinan kalau kita semua bersama-sama kembali kepada ketika tahun-tahun 80-an 90-an. Maka Insya Allah organisasi ini akan diperhitungkan termasuk kalau kita bicara untuk 2024," paparnya. 

Menpora pun menyarankan Pemuda Pancasila untuk melakukan sejumlah hal untuk memajukan organisasi. Pertama harus mensterilkan organisasi ini dari pengaruh buruk yang menghambat laju pertumbuhan dan perkembangan organisasi seperti sifat pragmatisme dan individualis. 

"Kedua adalah menjernihkan dan melancarkan kembali proses konsolidasi organisasi. Ini penting karena kalau satu organisasi sudah mandek konsolidasinya pasti dia tinggal nama. Kita tidak mau itu terjadi dalam organisasi yang kita cintai ini," jelasnya. 

Selain itu, Menpora juga meminta Pemuda Pancasila untuk melakukan pendataan keanggotaan di seluruh Indonesia baik anggota lama maupun anggota baru di tingkat-tingkat basis. 

"Kita merasa anggota kita banyak tanya wilayah ini berapa, cabang ini berapa, pasti sekarang ini saya yakin tidak bisa menunjukkan data," katanya. 

"Disamping keanggotaan kemudian kepengurusan dari wilayah cabang, anak cabang, ranting dan anak ranting semua ini harus ditata kembali," harapnya. 

Selanjutnya, lanjut dia, adalah konsolidasi wawasan yakni perkaderan. Kader-kader baru diberi wawasan tentang sejarah awal kelahiran organisasi ini dan juga program-program keterlibatan di masyarakat kembali dihidupkan . 

"Saya senang ada bencana alam saya masih melihat ada Pemuda Pancasila, ada kesusahan masyarakat saya masih melihat ada Pemuda Pancasila. Tetapi ini mungkin saja hanya spontanitas, by accident, program saran saya harus by design, harus direncanakan," pesannya. 

Apa yang dilakukan oleh wilayah apa di lakukan oleh cabang sehingga secara terus-menerus sehingga kita punya informasi yang lengkap salah satu kelemahan organisasi manapun berada sekarang ini adalah tentang data sekarang agak mudah kita punya big data yang kita bisa dapatkan. 

Menpora Amali juga meminta acara Pemuda Pancasila mengoptimalkan peran media, terutama media sosial dalam mesosialisasikan dan menyebarluaskan kegiatan organisasi. 

"Kita sudah tidak bisa dihindarkan, sekarang sudah era teknologi informasi. Kita tidak bisa lagi menggerakkan organisasi ini secara manual semuanya sudah serba digital. Saya tentu berharap media sosial kita yang tentu sekarang sudah ada bisa didorong dioptimalkan lagi. Karena sekarang apapun kegiatan kita kalau tidak terinformasi kepada masyarakat maka itu akan percuma. Kita menggunakan media-media konvensional itu tetap tetapi yang lebih cepat adalah menggunakan kecepatan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube dan lain-lain," pintanya.(ded)

Menpora Erick Thohir mengikuti Karnaval “Bersatu Harmoni Nusantara” dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) malam.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Ikuti Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara, Menpora Erick Ingatkan Kerasnya Perjuangan Para Atlet Kibarkan Merah Putih

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengikuti Karnaval “Bersatu Harmoni Nusantara” dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) malam. Menpora mengikuti kegiatan ini secara langsung dengan menaiki kendaraan truk hias yang merupakan kolaborasi Kemenpora, Utusan Khusus Presiden, dan Chef de Mission (CdM) Asian Games 2026.

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Yolla Yuliana Bangga Ikut Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia untuk Memperkuat Rasa Cinta Tanah Air

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).

Menpora RI Erick Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Senin, 17 Agustus 2026

Menpora Erick Maknai HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Adalah Keberanian Mengibarkan Bendera Merah Putih di Pentas Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bersama istri, Elizabeth Tjandra Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81