Presiden NOC Indonesia Bangun Optimisme Atlet Jelang Asian Games 2023 Hangzhou dan Olimpiade 2024 Paris

Jumat, 26 Mei 2023
Bagikan:
 Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, ingin membangun semangat dan optimisme baru kepada seluruh kontingen Merah Putih jelang Asian Games 2023 Hangzhou dan Olimpiade 2024 Paris mendatang.(foto:egan/kemenpora.go.id)
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, ingin membangun semangat dan optimisme baru kepada seluruh kontingen Merah Putih jelang Asian Games 2023 Hangzhou dan Olimpiade 2024 Paris mendatang.(foto:egan/kemenpora.go.id)

Jakarta: Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, ingin membangun semangat dan optimisme baru kepada seluruh kontingen Merah Putih jelang Asian Games 2023 Hangzhou dan Olimpiade 2024 Paris mendatang.

Hal itu dia sampaikan saat pembukaan Rapat Anggota Luar Biasa KOI 2023 di FX Office Tower, Jakarta. Rapat itu dilakukan kaitannya dengan tata kelola organisasi, diikuti 67 cabor anggota NOC Indonesia, terbagi dari 31 cabor olimpiade dan 36 cabor non olimpiade.

"Kita berusaha akan membangun optimisme seperti yang dicontohkan Presiden Joko Widodo terhadap optimisme 'melenceng ke atas'. Jadi seperti target 69 emas yang di tetapkan di SEA Games 2023, alhamdulillah bisa dapat 87 emas, 80 perak dan 109 perunggu," kata Okto, Kamis (25/5). 

Menurutnya, optimisme seperti yang dicontohkan Presiden Jokowi juga akan diterapkan saat kontingen Indonesia yang akan berjuang dalam Asian Games 2023 dan Olimpiade 2024 mendatang.

"Ini akan kita coba lagi untuk dilakukan baik itu di Asian Games 2023 dan Olimpiade 2024 Paris. Tadi di forum ini saya sampaikan bahwa, kita semuanya menantang diri kita sendiri untuk bisa lebih banyak lagi ikut kualifikasi Olimpiade 2024 Paris," urainya.

"Semakin banyak yang lolos kualifikasi, berarti semakin banyak peluang kita meraih medali dan sejarah baru akan terukir di Olimpiade 2024 Paris," tambahnya.

Sebelumnya, Menpora Dito usai membuka Rapat Anggota Luar Biasa KOI 2023 itu disinggung mengenai sosok seperti apa yang diperlukan dalam kepengurusan NOC Indonesia di masa depan.

"Yang pasti sosok yang diperlukan di NOC Indonesia adalah yang berfikiran jauh ke internasional, sosok yang fokus akan target raihan Indonesia ke olimpiade serta bisa mengayomi seluruh cabang olahraga anggotanya," jawab Menpora Dito.

"Dalam kongres itu semangatnya adalah musyawarah. Jadi, idealnya di organisasi yang namanya musyawarah belum tentu juga ada pemilihan. Karena yang penting bagaimana guyubnya para stakeholder didalamnya dan jika berdiskusi secara kekeluargaan dan mencapai kesepakatan ya itulah tujuan utama kongres dan musyawarah itu," urainya.

Sosok Raja Sapta Oktohari lanjutnya, adalah sosok yang progresif dan inovatif. NOC Indonesia saat ini sangat progresif, inovatif juga mampu menembus dunia internasional, juga dihormati.

"Saya sudah bersama beliau saat di cabor sepeda dan saya sangat memahami passion beliau di olahraga dan totalitasnya saat memegang amanah yang dibebankan. Jadi, secara diplomasi dan jaringannya sangat luas itu merupakan hal yang positif untuk NOC Indonesia. Yang pasti pemerintah tak ingin intervensi karena ini olahraga jadi harus independen," tutup Menpora Dito. (ben)

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menyiapkan generasi muda agar tak hanya menjadi peserta program kepemudaan, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan di daerahnya. (dok.Bagus/Kemenpora)
Jumat, 16 Oktober 2026

Kemenpora Siapkan Pemuda Jadi Agen Perubahan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menyiapkan generasi muda agar tak hanya menjadi peserta program kepemudaan, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan di daerahnya.

Muhammad Al Imran membuka debutnya di Asian Para Games 2026 dengan kemenangan. Atlet para bulu tangkis Indonesia itu sukses membalas kekalahan dari wakil Thailand, Monghkon Bunsun, yang sebelumnya mengalahkannya di final ASEAN Para Games 2025.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Debut di Asian Para Games 2026, Al Imran Langsung Balas Kekalahan dari Thailand

Muhammad Al Imran membuka debutnya di Asian Para Games 2026 dengan kemenangan manis. Atlet para bulu tangkis Indonesia itu sukses membalas kekalahan dari wakil Thailand, Monghkon Bunsun, yang sebelumnya mengalahkannya di final ASEAN Para Games 2025.

Opening Ceremony Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan digelar pada Minggu (18/10) di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang. Seremoni pembukaan dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB.(dok.asianparagames-2026.org)
Jumat, 16 Oktober 2026

Opening Ceremony Asian Para Games 2026 Digelar 18 Oktober, Simak Jadwal dan Live Streaming

Opening Ceremony Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan digelar pada Minggu (18/10) di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang. Seremoni pembukaan dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026