Menpora Amali Yakin dengan Peran PWI dan SIWO DBON Tersosialisasi Secara Merata ke Seluruh Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan peran jurnalis terutama yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) sangat penting Dalam mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) secara merata ke seluruh Indonesia. 

Menpora Amali Yakin dengan Peran PWI dan SIWO DBON Tersosialisasi Secara Merata ke Seluruh Indonesia Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan peran jurnalis terutama yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) sangat penting Dalam mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) secara merata ke seluruh Indonesia. (foto:putra/kemenpora.go.id)

Kota Malang: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan peran jurnalis terutama yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) sangat penting Dalam mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) secara merata ke seluruh Indonesia. 

Hal ini disampaikan Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Implementasi  Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) kepada peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI se-Indonesia di Malang Raya, Jawa Timur, Senin (21/11). 

"Saya kira DBON yang dipayungi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 ini tentu tidak akan bisa tersosialisasi secara merata ke seluruh Indonesia tanpa peran teman- teman para jurnalis dan peran dari PWI dan SIWO. Maka saya sangat yakin DBON ini bisa cepat tersosialisasi karena kerja sama kita dengan PWI dan SIWO, dan teman-teman para jurnalis," kata Menpora Amali. 

Menpora Amali menjelaskan, DBON telah mulai diimplementasikan pada Juli 2022 lalu. Pihaknya telah melakukan perekruratan terhadap anak-anak usia 12 tahun untuk ditempatkan di sentra-sentra DBON di seluruh Indonesia. 

Di sentra olahraga tersebut, anak-anak akan berlatih dengan fasilitas yang lengkap mulai dari laboratorium sport science, para pelatih, dan SDM yang cukup. 

"Mereka juga sekolah. Jadi kita tidak mau mereka hanya konsentrasi untuk berlatih. Tetapi sekolahnya terlantar. Jadi sekolahnya tetap terjaga dan latihannya tetap terjamin dengan baik," katanya. 

"Kita tempatkan di situ, mudah- mudahan anak yang ada di sentra-sentra olahraga ini pada tahun 2032 tepatnya pada saat Olimpiade 2032 di Brisbane nanti dia sudah jadi atlet elit nasional," harapnya. 

Menpora Amali meyakini target-target tersebut akan tercapai. Hanya saja, karena anak-anak tersebut usianya masih 12 tahun perlu diatur sistem agar mereka bisa berlatih dan belajar. 

"Anak-anak ini masih usia 12 tahun tentu dia juga masih kangen rumah. Tepi kita atur sistem misalnya orang tuanya seminggu sekali datang. Tetapi semuanya kita atur termasuk makanan. Dan ada dokter yang mengawasi, psikolog dan semunya tertata dengan baik," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari mengatakan pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan dalam melakukan sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

"Saya kira buat pers, kita perlu kawal DBON dan kita perlu sosialisasikan karena konsepnya bagus. Kita sudah lihat praktek-prakteknya pada SEA Games 2021 kemarin. Kebetulan saya juga ikut di Vietnam bagaimana jumlah kita sudah mulai sangat sedikit tapi medalinya kita peroleh lebih banyak. Ini baru contoh kecil saja dan saya kira dalam proses waktu berjalan terus biarkan menkristal untuk melahirkan atlet-atlet kita yang berprestasi," harapnya.(ded)

BAGIKAN :
PELAYANAN