Menpora Amali Apresiasi BMK Kosgoro 1957 Gelar Kegiatan yang Diminati Milenial

Senin, 19 September 2022
Bagikan:
 Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi membuka acara Solidarity Sport Festival Barisan Muda Kosgoro (BMK 1957) di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (19/9) siang. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi membuka acara Solidarity Sport Festival Barisan Muda Kosgoro (BMK 1957) di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (19/9) siang. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi membuka acara Solidarity Sport Festival Barisan Muda Kosgoro (BMK 1957) di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (19/9) siang. 

"Dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan Yang Maha Esa, dan dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim Solidarity Sport Festival dengan resmi saya nyatakan dimulai," kata Menpora Amali saat membuka acara ini. 

Dalam sambutannya, Menpora Amali menyampaikan apresiasi kepada BMK 1957 karena telah menginisiasi adanya kegiatan ini. Sebab, cabang-cabang olahraga dan mata lomba yang diperlombakan dalam kegiatan ini sangat diminati oleh kalangan anak muda atau milenial. 

"Berdasarkan hasil survei rangking pertama minat anak muda atau milenial itu adalah olahraga, kedua musik, ketiga film, keempat kuliner, baru rangking selanjutnya," ujar Menpora Amali. 

Menurut Menpora Amali, saat ini terjadi perubahan trend di tengah kalangan milenial dibandingkan dengan anak-anak muda zaman dulu yang lebih senang dengan berdiskusi, seminar dan lain sebagaianya. Dengan mengadakan kegiatan tersebut, BMK 1957 dinilai mampu membaca kebutuhan milenial saat ini. 

"Saya berharap teman-teman dari OKP hadir dan bisa mendorong kegiatan-kegiatan ke arah sana. Karena kaum milenial kita, kalau dalam struktur kepemudaan kita itu sekitar 25 persen, tetapi milenialnya sekitar 60 persen mereka butuh ini. Jadi kebutuhan mereka adalah hal-hal yang hari ini dilakukan oleh BMK Kosgoro 1957," kata Menpora Amali. 

Dengan demikian, Menpora Amali memastikan pihaknya mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus dilakukan setiap tahun dengan memperluas wilayah kegiatan secara nasional, tidak hanya di DKI Jakarta. 

"Kami dukung dan apresiasi. Kami dari Kemenpora mendukung kegiatan ini, teruskan ini, perluas basis garapan dan jangan merubah format (kegiatan)," harap Menpora Amali. 

Untuk diketahui kegiatan ini digelar dari tanggal 19 sampai 25 September 2022. Kegiatan ini melibatkan 3000 orang yang terdiri dari panitia dan peserta dengan memperlombakan lima cabang olahraga antara lain cabang olahraga boling, futsal, golf, basket, dan Esports serta fashion show dan musik. 

Turut hadir dalam acara pembukaan ini antara lain Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, M Sabil Rachman, Ketua Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK'57) Kemas Ilham Akbar,  Anggota DPR F-Golkar Bobby Adhityo Rizaldi, Fahd A Rafiq dan para deputi dan jajaran Kemenpora serta sejumlah anggota BMK Kosgoro 1957.(ded)

Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. (foto: dok/Kemenpora)
Kamis, 20 Agustus 2026

Tren Lari ke Peluang Industri, ISS 2026 Hadirkan Sport Industry Expo

Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. Pagi atau sore hari, ruang-ruang publik ramai dipenuhi orang yang berlari, baik sendiri maupun bersama komunitas.

Pelaksanaan lomba lari Merdeka Run 2026 tinggal 10 hari lagi. Para peserta pun diimbau untuk mulai mematangkan persiapan, termasuk menjaga kondisi tubuh dan mengatur strategi saat mengikuti perlombaan. (dok/)
Rabu, 19 Agustus 2026

Merdeka Run 2026 Tinggal 10 Hari Lagi, Matangkan Persiapanmu Runners

Pelaksanaan lomba lari Merdeka Run 2026 tinggal 10 hari lagi. Para peserta pun diimbau untuk mulai mematangkan persiapan, termasuk menjaga kondisi tubuh dan mengatur strategi saat mengikuti perlombaan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusulkan pemberian dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi individu dengan kemampuan istimewa yang dibutuhkan untuk kepentingan nasional, termasuk atlet. (dok/sekjen DPR)
Selasa, 18 Agustus 2026

Soroti Besarnya Potensi Diaspora Indonesia, Presiden Prabowo Ajukan Dwi Kewarganegaraan Bagi Atlet

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusulkan pemberian dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi individu dengan kemampuan istimewa yang dibutuhkan untuk kepentingan nasional, termasuk atlet.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81