Mulai Terapkan DBON, Menpora Amali Sebut SEA Games 2021 Vietnam Ajang Pemanasan Atlet Menuju Kualifikasi Olimpiade Paris 2024

Jumat, 20 Mei 2022
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menilai hasil sementara klasemen hingga sore ini (20/5) Indonesia berada di urutan ke 3 SEA Games 2021 Vietnam sesui harapan.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menilai hasil sementara klasemen hingga sore ini (20/5) Indonesia berada di urutan ke 3 SEA Games 2021 Vietnam sesui harapan.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Hanoi: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menilai hasil sementara klasemen hingga sore ini (20/5) Indonesia berada di urutan ke 3 SEA Games 2021 Vietnam sesui harapan.

Pasalnya, pada SEA Games XXXI ini, Indonesia mulai menerapkan paradigma baru tentang pembinaan prestasi olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dipayungi hukum Peraturan Presiden (Perpres) 86 Tahun 2021.

“Pada saat SEA Games XXX di Filipina itu kan DBON-nya belum lahir. Sehingga cabang-cabang olahraga yang dikirim itu tidak melalui seleksi yang ketat oleh tim review. Nah sekarang ini cabang-cabang olahraga benar-benar diseleksi oleh tim review yang terdiri dari akademisi, praktisi, KONI dan KOI. Kita lihat hasilnya (perolehan medali) karena atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang sudah terseleksi dan direkomendasi oleh tim review, maka hasilnya pun tidak terlalu jauh dari perkiraan,” kata Menpora Amali saat wawancara bersama RRI dari Vietnam, Jumat (20/5).

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga yang masuk di dalam DBON memang difokuskan karena target utamanya adalah prestasi di olimpiade. Dalam waktu dekat, ada Olimpiade Paris 2024 yang kualifikasinya akan segera dilakukan. Dengan demikian, Menpora Amali berharap SEA Games 2021 ini menjadi ajang pemanasan menuju olimpiade.

“SEA Games ini kita jadikan sebagai sasaran antara saja. Namun demikian, karena atlet-atlet yang berangkat ke olimpiade persyaratannya harus seleksi. Maka kita harapkan ini menjadi ajang mereka untuk mempersiapkan diri untuk bisa ke kualifikasi Olimpiade Paris 2024,” harapnya.

Menpora Amali mengatakan, hasil sementara yang dicapai cabang-cabang olahraga DBON sesuai harapan karena sudah memperlihatkan hasil yang baik dengan perolehan medali emas seperti Panahan, Wushu, Angkat Besi, Bulu Tangkis dan lainnya, beberapa cabor non DBON yang meraih medali.

“Kita berharap untuk SEA Games XXXI Vietnam ini, walaupun pengirimnan atletnya berkurang hampir setengah dari yang kita kirimkan. Jadi waktu di Filipina itu kita mengirimkan 841 atlet, sekarang hanya 499. Dan, kalau dilihat jumlah negara yang mengirimkan atlet kita di urutan nomor 5. Tetapi saya berharap walaupun kita memangkas hampir setengah tetapi hasilnya akan maksimal,” harapnya.

Menpora Amali optimis Indonesia akan bisa menambah perolehan emas di sejumlah cabang olahraga yang belum dipertandingkan sehingga rangking Indonesia bisa terus naik. Meskipun, ditegaskannya jumlah atlet dikirimkan di Vietnam ini setengah dari yang dikirm di Vietnam. 

Selain itu, pada SEA Games 2021 ini Indonesia harus kehilangan 30 medali emas yang didapatkan di Filipina 2019 lalu karena cabang olahraga dan nomor pertandingan tidak dipertandingkan.

“Ketiga, sejak lahir DBON, SEA Games kita tempatkan sebagai sasaran antara saja, memang ini butuh bersabar untuk melihat hasilnya, saya memahami bahwa ada sebagian dari kita menginginkan hasil yang instan. Tidak bisa, teorinya untuk menghasilkan prestasi seorang itu butuh waktu 10.000 jam atau 10 tahun untuk dia bisa ke tingkat elit,” ujarnya.

Dengan demikian, pada Juli 2022 nanti, Kemenpora melalui 10 sentra olahraga akan mulai merekrut siswa kelas 1 SMP dan akan difokuskan untuk melakukan latihan sesuai cabor DBON.

“Jangan berharap hasil jangka pendek, selama ini kita membina, mendapatkan hasil by accident, sekarang kita rubah, harus by design, prestasi harus dipabrik. Tidak ada prestasi yang dihasilkan dengan cara cara instan,” ungkapnya.(ded)

Menpora RI Erick Thohir, memaparkan arah kebijakan strategis, kinerja anggaran, hingga target prestasi olahraga dalam raker bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8). (foto:raiky/kemenpora go.id)
Senin, 31 Agustus 2026

Bahas Anggaran dan Arah Kebijakan, Menpora Erick Raker dengan Komisi X DPR RI

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memaparkan arah kebijakan strategis, kinerja anggaran, hingga target prestasi olahraga nasional dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama Kemenpora RI agar pembinaan olahraga prestasi atlet penyandang disabilitas nasional akuntabel dan tepat sasaran. (foto: NPC Indonesia)
Senin, 31 Agustus 2026

National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)

National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI agar pembinaan olahraga prestasi atlet penyandang disabilitas nasional akuntabel dan tepat sasaran.

Peraih medali emas Olimpiade Veddriq Leonardo mengincar medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mendatang.(foto: Herry/kemenpora.go.id)
Minggu, 30 Agustus 2026

Belum Puas Berprestasi, Veddriq Leonardo Incar Emas Panjat Tebing Asian Games 2026

Peraih medali emas Olimpiade Veddriq Leonardo mengaku belum puas untuk terus menorehkan prestasi di cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Terbaru, Veddriq mengincar medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mendatang.

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 31 Agustus 2026

Berlari Membawa Pesan, Bangkit Saputra Sampaikan Suara untuk Indonesia di Merdeka Run 2026

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. Bangkit Saputra datang dengan misi lain: membawa pesan untuk Indonesia melalui setiap langkahnya.

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Pengambilan Race Pack Merdeka Run Hari Pertama Dipadati Peserta
Kamis, 27 Agustus 2026

Pengambilan Race Pack Merdeka Run Hari Pertama Dipadati Peserta

Tingginya antusiasme pada hari pertama pengambilan race pack menunjukkan bahwa Merdeka Run 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menghidupkan semangat kemerdekaan melalui olahraga.

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Karnaval HUT ke-81 RI menjadi momentum Kemenpora untuk mendekatkan olahraga dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap Merah Putih yang berkibar di podium internasional, ada perjuangan para atlet yang layak mendapat dukungan dan apresiasi seluruh bangsa.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81