Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Makna Penting Suporter bagi Banyu Tri Mulyo Atlet Tenis Meja Asian Para Games 2018


Pertarungan atlet andalan Indonesia di Asian Para Games 2018 tinggal lima hari lagi. Sebagai tuan rumah, para atlet berharap banyak dukungan suporter dari masyarakat Indonesia untuk mendukung perjuangan para pahlawan olahraga Indonesia, salah satunya adalah atlet tenis meja, Bany Tri Mulyo.(foto:agung/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pertarungan atlet andalan Indonesia di Asian Para Games 2018 tinggal lima hari lagi. Sebagai tuan rumah, para atlet berharap banyak dukungan suporter dari masyarakat Indonesia untuk mendukung perjuangan para pahlawan olahraga Indonesia, salah satunya adalah atlet tenis meja, Bany Tri Mulyo.  
 
Banyu Tri Mulyo menjadi salah satu atlet andalan Indonesia dari cabang tenis meja. Pemuda dari Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi itu mengaku peran suporter sangatlah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri.
 
Peran suporter pula yang mengantarkan dirinya menjadi juara dari satu turnamen ke turnamen lain. “Suporter itu emang berpengaruh banget ya, jadi kalau permainan kita lagi kalah, begitu ada (teriakan) suporter jadi semangat lagi. Suporter layaknya teman kedua,” ujar Banyu sambil.
 
Makna suporter dan perjalanan Banyu sebagai seorang atlet memang memiliki cerita dan oenuh makna. Terlahir dalam kondisi kaki kanan yang tidak sempurna, Banyu tetap bersyukur. Pasalnya dukungan penuh dari pihak keluarga telah menyempurnakan kehidupannya. Tanpa dukungan keluarga, Banyu mungkin tidak terpikir menjadi seorang atlet tenis meja dengan kondisi fisik seperti itu.
 
Latihan demi latihan ia jalani dengan sepenuh hati sejak masih berstatus pemain junior. Banyu membuktikannya dengan prestasi demi prestasi. Di level junior, dia mencatatkan diri di peringkat 8 dunia. Sungguh sebuah torehan yang membanggakan dari seorang atlet disabilitas yang kerap dipandang sebelah mata.
 
Dengan prestasinya itu, Banyu kerap diandalkan untuk mengalahkan lawan-lawan yang secara peringkat berada di atasnya. Namun ia tidak lantas menjadi ciut. Sekali lagi, suara-suara dukungan para suporter membuatnya sanggup mengeluarkan kemampuan terbaik dan mengalahkan para lawannya itu.
 
Banyu pernah tertinggal cukup jauh oleh pemain Jepang, lawannya saat itu. Dia mengaku sudah pasrah terhadap hasil karena kerap kali melakukan kesalahan sendiri. Namun kala itu pertandingan tenis meja tinggal menyisakan partai Indonesia melawan Jepang. Banyu dan sang lawan sontak menjadi sorotan para penonton yang hadir. 
 
Ternyata, cukup banyak para penonton yang menjagokan Indonesia. Mereka mendukung dan meneriakkan yel-yel penuh semangat ke arah Banyu. Adapun aksi itu membuat permainan Banyu jadi semakin tenang. Dia merasa ditemani dan akhirnya mampu membalikkan keadaan berkat dukungan penuh para suporter yang hadir.
 
Demikianlah kisah Banyu Tri Mulyo dan dukungan suporter. Dari sudut pandang atlet, ternyata peran suporter sangatlah besar dan positif. Mereka sanggup melampaui batas kemampuan hanya dengan satu teriakan: “Ayo Indonesia!”. (gung)