Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Berkat Pencak Silat, Yolla Primadona Bisa Bermain Film The Raid 2 dan Jadi Andalan Indonesia di Asian Games 2018


Pencak Silat menjadi anugerah bagi Yolla Primadona, berkat olahraga asli nusantara ini, pria kelahiran Sumatera Barat, 5 Juni 1992 ini berpeluang mengharumkan nama Indonesia di pentas Asian Games 2018 yang sebentar lagi (18 Agustus) akan dimulai. Bukan hanya sebagai atlet, berkat Pencak Silat namanya bisa mendunia bermain di film The Raid 2 bersama Iko Uwais. (foto:amar/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pencak Silat menjadi anugerah bagi Yolla Primadona, berkat olahraga asli nusantara ini, pria kelahiran Sumatera Barat, 5 Juni 1992 ini berpeluang mengharumkan nama Indonesia di pentas Asian Games 2018 yang sebentar lagi (18 Agustus) akan dimulai. Bukan hanya sebagai atlet, berkat Pencak Silat namanya bisa mendunia bermain di film The Raid 2 bersama Iko Uwais.       
 
Prima--sapaan akrab Yolla Primadona pertama kali mengenal pencak silat saat kelas 4 SD lewat perguruan pencak silat yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Awalnya dia hanya menganggap silat sebagai permainan belaka. Tidak terlintas di benaknya kala itu, ia bakal menggeluti dunia pencak silat seperti sekarang. 
 
Namun ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada olahraga ini yang membuat dirinya jatuh cinta.“Yang membuat saya jatuh cinta dengan pencak silat itu rasa persahabatannya, rasa dimana kita satu sama lain jadi sama. Karena ketika kita masuk (ke dunia pencak silat), kita sama-sama memakai baju yang sama warnanya hitam," kata Prima saat diwawancarai di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.
 
Oleh karena dijalani dengan penuh rasa cinta, Prima berhasil menjuarai berbagai ajang di level nasional maupun internasional. Kejuaraan favoritnya adalah ketika kejuaraan dunia di Bali pada 2016 silam. Alasannya karena 72 negara peserta dari berbagai budaya dan latar belakang, sanggup berkumpul menjadi satu di bawah naungan olahraga pencak silat.
 
“Jadi setelah pertandingan itu kami berpesta. Kami sudah tidak lagi melihat warna kulit, ras, agama, perguruan mana. Kami hanya duduk-duduk di situ dan semua berbahagia. Jujur saya bahagia sekali melihat senyum mereka dan mengatakan bahwa saya bangga punya pencak silat," kenang Prima dengan penuh rasa haru.
 
Bakat Prima dalam pencak silat sempat dilirik oleh dunia perfilman. Tepatnya pada 2012, sutradara asal Inggris, Gareth Evans, menawarkannya ikut bagian dalam film berjudul “The Raid”. Film tersebut merupakan jenis film laga yang di dalamnya terdapat unsur seni bela diri. 
 
Namun saat itu Prima belum berjodoh dengan sang sutradara, karena sedang menjalani pemusatan latihan dalam rangka persiapan kejuaraan dunia di Chiang Rai, Thailand. Barulah pada 2014, Prima ambil bagian dalam film The Raid 2. Bersama Iko Uwais, aktor sekaligus pesilat, Prima dipercaya untuk tampil dalam beberapa adegan penting. 
 
Penghargaan dari dunia film terhadap pencak silat adalah kebanggan tersendiri bagi Prima. Sebagai atlet, ia mengaku bangga olahraga yang ditekuninya itu dapat populer dan mendunia. Prima semakin gencar mempromosikan pencak silat lewat usaha yang dirintis sejak 2010. "Bahwa pencak silat sudah mendunia sekarang dan mereka ingin tahu apa yang ada di Indonesia sehingga mereka juga bisa punya (apa yang Indonesia miliki)," kata Prima.
 
Pada Asian Games nanti, Indonesia berpeluang mendulang banyak medali emas dari cabang olahraga pencak silat. Total ada 16 nomor yang dipertandingkan (sepuluh nomor tarung dan enam nomor seni). Prima bakal turun di nomor seni ganda putra bersama Hendy. Keduanya yakin dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia. (gung)