Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Sekjen Kemenhan Berdialog dengan Pramuka Saka Bahari

Senin, 09 Januari 2012 12:44:50

Pramuka menjadi salah satu asset untuk tetap mempertahankan kedaulatan Negara. Karena semua Anggota Pramuka diajarkan untuk cinta tanah air dengan merealisasikan tri satya dan dasa dharma. Ke depan, Pramuka harus lebih baik seiring semakin tingginya persaingan dan besarnya ancaman. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, melakukan dialog di Gedung Bioskop Banua Patra, Selasa (3/1).  Berbagai pertanyaan kritis dilontarkan.  

“Pak (Sekjen Kemenhan, Red) Negara kita ini lagi sakit, Negara kita lagi goyang. Tapi kami semua yakin, kalau semua melaksanakn tri satya dan dasa dharma dengan baik. Insya Allah Negara kita jadi sehat kembali,” tutur Yakub, Pramuka Saka Bahari asal Bone, Sulawesi Selatan. “Lihat itu Gayus, kasus Century dan banyak lagi. Kalau bapak-bapak bilang Pramuka ini penting, kenapa Pramuka tidak jadikan pendidikan formal saja sekalian,” tanya Yakub. 

Marsekal Madya Eris Herryanto mengatakan bahwa Undang-Undang Pramuka memang telah ada. "Selama ini memang Pramuka hanya pendidikan ekstrakurikuler di sekolah. Tapi ini masukan bagus, akan kita bicarakan di pusat,” kata perwira tinggi TNI AU, berpangkat jenderal bintang tiga di pundak ini. 

Sikap bela Negara harus selalu tumbuh di masyarakat, utamanya kalangan remaja. Termasuk mereka yang tergabung dalam Pramuka, baik itu Saka Bahari, Bayangkari, Wana Bakti dan lainnya. ‘Prinsip bela Negara itu sebenarnya ada di tri satya dan dasa dharma Pramuka. Sebagai kode etik moral Pramuka, kalau semuannya diikuti maka bukan mustahil menjadi manusia sempurna. Jangan dihapal, tapi dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Eris.

Eris juga sempat bercerita, tentang pertemuan Presiden Soekarno dengan Presiden Yugoslavia, Josef Tito. Dalam sebuah kunjungan ke negara super militer itu, Soekarno pernah melontarkan pertanyaan. “Tito, apa yang membuat negaramu bersatu dan bisa abadi?,” kata Eris menirukan perkataan Seoekarno yang sedang bertanya. Lantas, Tito menjawab. “Kekuatan bersenjata, negara yang militernya kuat akan terus bersatu dan tangguh". 

Rupanya Soekarno punya pandangan berbeda, ketika ditanya balik apa yang membuat Indonesia bersatu dari Sabang sampai ke Merauke. Soekarno menjawab dengana tegas. “Yang mengikat bangsa negara saya adalah dengan ideologi, Pancasila,” tegas Soekarno. Falasaf negara Indonesia hingga kini masih terpercaya kesaktiannya. “Coba lihat sekarang, Yugoslavia menjadi negara yang terpecah-pecah. Ada Montengro, Slovenia, Kroasia, Bosnia Herzegovina dan lainnya. Sementara Indonesia masih tetap bersatu, inilah peran penting kita, termasuk Pramuka dalam melestarikan prinsip yang ditanamkan Founding Father kita,” ungkap Eris. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada 5 unsur utama dalam prinsip bela negara. Pertama adalah cinta tanah air, dengan selalu waspada dan gigih menjaga lingkungan dari segala ancaman dan gangguan. Kemudia kedua, sadar berbangsa dan bernegara. Menunjukan sikap persatuan dan kesatuan di lingkungan gerakan Pramuka, selalu mengutamakan kepentingan masyarakat daripada pribadi. “Ketiga adalah yakin pada Pancasila, harus yakin kesaktiannya sebagai fasilitas dan ideologi negara,” ungkap pria yang menjawab wakil ketua Kwartir Nasional Pramuka ini. 

Keempat, adalah rela berkorban demi bangsa dan negara. Yakni rela berbakti tanpa pamrih dengan penuh sadar dan ikhlas dan tanggungjawa, selalu siap secara mental dan fisik. “Bisa direalisasikan dalam berdisiplin di rumah, sekolah dan masyrakat. Panya jiwa ulet, kerja keras dan percaya diri,” paparnya. 

Unsur kelima atau yang terakhir adalah cinta tanah air. Dia memberi contoh, dulu saat Indonesia Krisis 1998 banyak insinyur PT DI perusahaan pesawat yang di PHK dan pindah kerja ke luar negeri seperti Boeing, Airbush dan lainnya. Tapi setelah mereka dengar Indonesia, melalui PT DI sedang membuat pesawat pesawat tempur. Tercatat sudah ada 11 orang yang pulang ke Indonesia. “Mereka pulang untuk membantu negaranya, di dunia tidak lebih 10 negara yang memroduksi pesawat tempur. Padahal gaji mereka lebih besar, tapi ya itu tadi karena mereka cinta tanah air,” pungkas Eris. 

Dalam dialog ini, turut hadir Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabes TNI AL, Laksamana Pertama Kingkin Suroso, Ketua Kwarda Pramuka Kaltim Zainal Hatta, Wali Kota Rizal Effendi, Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong, Danlanal Kolonel I Gusti Kompiang Aribawa, Dandim Letkol Mustofa, Danlanud Letkol Riva Yanto dan sejumlah muspida lainnya.(sumber:pramuka.or.id)

Bookmark and Share
Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31