Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Anggota Pramuka Korban Arus Mudik Diusulkan Mendapatkan Penghargaan

Rabu, 13 Juli 2016 11:00:00

Dua orang anggota pramuka dari Kwartir Cabang Kota Cirebon, Memet Slamet Saparudin dan Fajar Ahsan, yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat membantu pengamanan arus mudik, diusulkan ke Polda Jabar agar mendapatkan penghargaan. Keduanya ditabrak mikrobus Nopol T 7688 DA saat hendak mencari makan untuk sahur di Jalan A. Yani Kelurahan Sunyaragi Kecamanatan Kesambi, Kota Cirebon, sehari menjelang Lebaran, Selasa 5 Juli 2016 dini hari lalu. (foto:liputan 6.com)

Cirebon: Dua orang anggota pramuka dari Kwartir Cabang Kota Cirebon, Memet Slamet Saparudin dan Fajar Ahsan, yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat membantu pengamanan arus mudik, diusulkan ke Polda Jabar agar mendapatkan penghargaan.
 
Keduanya ditabrak mikrobus Nopol T 7688 DA saat hendak mencari makan untuk sahur di Jalan A. Yani Kelurahan Sunyaragi Kecamanatan Kesambi, Kota Cirebon, sehari menjelang Lebaran, Selasa 5 Juli 2016 dini hari lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan kedua korban mengalami luka serius di bagian kaki dan kepala.
 
Menurut Kapolres Cirebon Kota Indra Jafar, keduanya tertabrak mikrobus pariwisata yang tengah meluncur menuju Jawa Tengah, saat membantu pengamanan arus mudik. Indra mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan ke Polda Jabar agar memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas partisipasi kedua anggota Pramuka Kwarcab Kota Cirebon itu.
 
"Ini sebagai wujud kepedulian kita, karena anggota Pramuka telah membantu petugas saat arus mudik," ungkap Indra Jafar saat menengok Memet di rumahnya Selasa 12 Juli 2016. Sebelum menengok Memet, Indra juga menengok Fajar. Pada kesempatan tersebut Indra juga memberikan bantuan kepada kedua korban. Menurut Indra, kejadian nahas tersebut bermula saat mikrobus meluncur dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak mereka berdua.
 
Pengemudi mikrobus, Erwan kemungkinan kelelahan sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan yang akhirnya kendaraan oleng ke kiri. Akibat kecelakaan itu, Memet mengalami patah tulang kaki kanan dan harus menjalani perawatan selama enam hari di RS Ciramai. Sedangkan Fajar mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kakinya serta harus menjalani perawatan selama 4 hari."Kami sudah mengamankan kendaraan serta barang bukti lain berupa surat kendaraan untuk proses penyidikan," tandasnya.
 
Orang tua Memet, Ahmad Mulyadi, mengatakan bahwa anaknya telah menjalani perawatan sekitar 6 hari di RS Ciremai Kota Cirebon. "Tulang kaki kanan disekrup dua yang dipasang pen satu, karena retak," katanya. Biaya selama di rumah sakit, menurut dia, ditanggung oleh BPJS dan Jasa Raharja."Baru Selasa kemarin diizinkan pulang. Nanti Jumat lusa harus kontrol lagi ke rumah sakit," ujarnya.(sumber: pikiran-rakyat.com)
Bookmark and Share
Nopember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30