Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Lewat ICABY 2018, Kemenpora Ajak Pemuda Jaga Perdamaian di Kawasan ASEAN dan Dunia

Minggu, 27 Mei 2018 20:00:00

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2562, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kegiatan International Conference on ASEAN Buddhist Youth (ICABY). Bertempat di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jawa Tengah, pada Minggu (27/5).(foto:dok/kemenpora.go.id)

Yogyakarta: Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2562, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kegiatan International Conference on ASEAN Buddhist Youth (ICABY). Bertempat di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jawa Tengah, pada Minggu (27/5). 
 
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah bersama Rektor UGM Panut Mulyono, secara simbolik memberikan cinderamata kepada perwakilan peserta sebagai tanda telah resmi dibukanya kegiatan yang dilaksanakan pada 27 s.d 30 Mei 2018 di Yogyakarta-Magelang, Jawa tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu program penting Kemenpora dalam membangun kerukunan antar umat beragama dan saling menghargai perbedaan di kalangan anak muda ASEAN dan dunia. “Saya mengajak delegasi pemuda yang hadir dalam acara ini dari belahan berbagai negara untuk terus mendorong dan melakukan perubahan untuk terciptanya perdamaian di kawasan ASEAN dan dunia,” kata Faisal.
 
Perdamaian tidak mungkin bisa dicapai tanpa adanya sikap toleransi dari semua pihak. Rasa saling percaya, tambah Faisal, menjadi salah satu unsur dalam perdamaian yang harus dibangun dengan pendidikan karakter, yakni rasa pengertian, toleransi, saling hormat, dan komunikasi. Hal ini akan lebih baik jika ditanamkan sejak dini di dalam diri anak anak muda agar generasi penerus bangsa yang terbentuk adalah generasi cinta damai.  
 
Lebih spesifik, dalam sambutan Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X  yang disampaikan oleh Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol D.I Yogyakarta, Haryanto, bahwa perdamaian merupakan tujuan sosial berjangka panjang yang telah menekankan rekonstruksi struktural.  “Damai dalam masyarakat, bukanlah semata ketiadaaan perang tetapi suatu keadaan dinamis, partisipatif, dan berjangka panjang yang berdasarkan pada nilai-nilai universal praktis dalam keseharian yaitu keluarga, sekolah, komunitas, dan negara,” katanya.
 
Upaya-upaya membangun perdamaian tersebut akan Kemenpora dorong dalam forum internasional ini. Dengan agenda yang tidak hanya dilakukan melalui agenda formal konferensi seperti diskusi, seminar, Focus Group Discussion (FGD), dan public lecture saja. Peserta juga akan dilibatkan dalam ibadah Hari Raya Waisak yang diselenggarakan Walubi di Candi Borobudur.
 
Sehingga Panut mengatakan harapan positif akan agenda ini, “Saya berharap agenda ini mampu memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran dunia. Selain itu juga akan terjalinnya persahabatan antar peserta yang datang dari berbagai negara,” katanya 
 
Sebagai informasi, peserta ICABY 2018 terdiri dari pemuda-pemuda Buddha yang berasal dari ASEAN dan observer dari 15 negara non ASEAN seperti Jepang, Afghanistan, India, Tajikistan, Azerbaijan, Madagaskar, Korea Selatan, Kazakhstan, Pakistan, Turki, Ukraina, Algeria, Bangladesh, Polandia, Slovakia. Selain perwakilan dari ASEAN dan 15 negara non ASEAN, peserta juga dihadiri oleh perwakilan pemuda-pemuda Buddha terbaik dari 34 provinsi yang telah dipandu dan diarahkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi di seluruh Indonesia, serta dibantu Hikmahbudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) dan Gema Budhi (Generasi Muda Budha Indonesia).(dok)
 
Bookmark and Share
Juni 2018
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30