Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pendaftaran Penerimaan Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil Kemenpora Ditunda.

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto Menerima Delegasi Dewan Nasional Pemuda Timor Leste

Kamis, 08 Maret 2018 | 14:00:00 WIB

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, Wisler Manalu menerima Delegasi Dewan Nasional Pemuda Timor Leste, Kamis (8/3) siang di Teater Wisma Kemenpora. Kedatangan delegasi tersebut dipimpin oleh Presiden Dewan Nasional Pemuda Timor Leste Maria Dadi Soares Magno.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, Wisler Manalu menerima Delegasi Dewan Nasional Pemuda Timor Leste, Kamis (8/3) siang di Teater Wisma Kemenpora. Kedatangan delegasi tersebut dipimpin oleh Presiden Dewan Nasional Pemuda Timor Leste Maria Dadi Soares Magno.
 
"Selamat  datang di Indonesia, khususnya di Kantor Kemenpora. Saya selaku Sesmenpora sangat senang atas kedatangan delegasi Dewan Nasional Pemuda Timor Leste. Kunjungan  delegasi ini akan menambah eratnya silaturahmi dua negara," ucapnya mengawali sambutannya. 
 
Di depan delegasi Dewan Nasional Pemuda Timor Leste, Sesmenpora menyapaikan tiga  hal. Pertama, terkait dengan Radikalisasi, Narkoba dan Pendidikan. "Pemuda saat ini memiliki tantangan berat seperti radikalisasi. Tugas kami di Kemenpora mendorong agar jangan sampai pemuda ini 
terjerumus ikut dalam ajaran radikalisme. Masalah radikalisasi ini harus ditangani semua pihak, termasuk Kemenpora. Karena jangan sampai  Indonesia yang berasas bhineka tunggal ika muda di cabik-cabik, " ujar Sesmenpora. 
 
"Hampir setiap hari berita narkoba itu muncul. Artinya, ini menjadi tantangan kami dan juga tantangan pemuda di Asia Tenggara ini.  Jangan sampai bangsa lain merusak bangsa kami melalui narkoba. Dan ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama," ujarnya. 
 
"Masalah ketiga, adalah pendidikan. Anggaran pendidikan cukup besar sekitar 20%. Tapi kami menyadari SDM masih kurang dan belum sesuai yang diharapkan. Mereka ini apabila lulus sekolah, mencari pekerjaan juga susah. Untuk itu, kita harus mendorong agar mereka  bisa menjadi wirausaha. Dengan demikian mereka ini bisa mendiri, bahkan  bisa membuka lapangan pekerjaan," katanya. (rep)
Bookmark and Share
Oktober 2018
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31