Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Staf Ahli Adiati Noerdin Buka Workshop Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan

Jumat, 11 Agustus 2017 11:49:56

Staf Ahli Kemenpora Bidang Kerjasama Kelembagaan Pemuda dan Olahraga Adiati Noerdin didampingi Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu membuka Workshop Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan di Hotel Imperial, Bekasi, Jumat (11/8) pagi.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Bekasi: Staf Ahli Kemenpora Bidang Kerjasama Kelembagaan Pemuda dan Olahraga Adiati Noerdin didampingi Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu membuka Workshop Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan di Hotel Imperial, Bekasi, Jumat (11/8) pagi. 

Dalam sambutannya, Adiati mengatakan pelayanan kepemudaan harus melibatkan banyak pihak sehingga diperlukan upaya sinergi lintas sektor untuk membagi tugas dan kewenangan agar tidak tumpang tindih. "Sinergi akan dapat menyatukan sumber daya yang tersebar di pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemuda untuk mengoptimalkan pelayanan kepemudaan. Selain itu, urgensi sinergi lintas sektor pelayanan kepemudaan sangat terkait dengan fakta kuantitas Pemuda Indonesia yang sangat besar dan menjadi elemen mendasar untuk mendapatkan manfaat dari bonus demografi," ujar Adiati. 

"Bonus demografi bisa menjadi pisau bermata dua yang dapat menjadi keuntungan atau malah menjadi kerugian bagi bangsa Indonesia. Bonus demografi menjadi keuntungan jika para pemuda Indonesia berkualitas sehingga mampu mewujudkan kelompok produktif berdaya saing tinggi.  Sebaliknya, bonus demografi bisa menjadi kerugian, jika kuantitas yang besar dari pemuda tersebut justru malah dibebani oleh berbagai masalah yang besar menggerogoti produktivitas Pemuda," tambahnya. 

Dengan adanya Workshop ini, Adiati berharap agar dapat  menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang yang lebih konkret dalam mewujudkan upaya kolektif untuk  membangun pemuda yang maju dan berdaya saing. 

Ketua Panitia yang juga Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu pada sambutannya menyampaikan bahwa tantangan pembangunan kepemudaan saat ini  terkristalisasi pada 3 hal yakni, Pertama, bagaimana  memperkuat karakter dan jati diri pemuda di era globalisasi. 
Kedua, meningkatkan peran aktif dan daya saing pemuda untuk menghadapi peluang bonus demografi. Ketiga, bagaimana meningkatkan peran organisasi kepemudaan   dalam pengembangan kepemimpinan dan  kepeloporan pemuda. Karena itu, untuk menjawab tantangan ini, kita harus berkoordinasi dan bersinerg demi mewujudkan pemuda Indonesia yang maju dan berdaya saing di tengah era global yang kian kompetitif ini. 

"Kami  berharap seluruh peserta kegiatan dapat berperan aktif dan memberikan masukan pemikiran konstruktif selama kegiatan berlangsung demi tercapainya tujuan kita yakni semakin meningkatkan sinkronisasi dan harmonisasi program antar kementerian/lembaga tingkat pusat dan pemangku kepentingan kepemudaan," lanjut Wisler. 

Hadir dalam Workshop tersebut Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya, Asdep Kewirausahaan Pemuda Ponijan dan Asdep   Bidang Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda Djunaidi. (rep)
Bookmark and Share
Oktober 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31