Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Delegasi JENESYS 2016 ASEAN Composite 4th Batch Hiroshima Tiba di Indonesia

Selasa, 21 Maret 2017 14:00:00

Sebanyak 13 peserta dan 2 supervisor delegasi pemuda perwakilan Indonesia yang tergabung dalam program JENESYS 2016 ASEAN Composite 4th Batch di Hiroshima dan Tokyo, Jepang hari Selasa (21/3) tiba di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan tanggal 13 sampai 21 Maret 2017 dengan tema Peace and Youth Leadership.(foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Sebanyak 13 peserta dan 2 supervisor delegasi pemuda perwakilan Indonesia yang tergabung dalam program JENESYS 2016 ASEAN Composite 4th Batch di Hiroshima dan Tokyo, Jepang hari Selasa (21/3) tiba di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan tanggal 13 sampai 21 Maret 2017 dengan tema Peace and Youth Leadership. 
 
Pada kesempatan yang sama diselenggarakan pula the First ASEAN University Student Council Union Conference. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi awal bagi kuatnya persahabatan para pelajar universitas dalam lingkup ASEAN dan Jepang. Kegiatan yang diikuti oleh 150 peserta dari 10 negara anggota ASEAN  dan 10 orang pemuda perwakilan Jepang ini dibagi ke dalam beberapa kegiatan seperti konferensi, workshop, presentasi dan beberapa kunjungan. 
 
Pelaksanaan konferensi yang difasilitasi oleh ASEAN Sekretariat ini merupakan yang pertama dan mejadi titik tolak penting bagi komunikasi dan kerjasama antara pelajar universitas se- ASEAN. 
Selain itu, terdapat kegiatan workshop dan presentasi yang difasilitasi oleh Universitas Hiroshima yang terbagi menjadi 7 tema besar, yaitu Nonproliferation of Weapons of Mass Destruction and Arms Control, Contemporary Armed Conflicts and Peacebuilding, Peace and Peacebuilding in Muslim Mindanao, Peace Education Method, Human Security, Human Rights and Peacebuilding, dan Building Trust to Build Peace.
 
Seiring dengan salah satu tema kegiatan ini, Peace Building, penyelenggaraan kegiatan di Hiroshima dirasakan signifikan. Dengan sejarah dijatuhkannya bom nuklir dengan korban jiwa terbanyak dari penduduk pada tanggal 6 Agustus 1945, terlihat rasa trauma masyarakat terhadap perang dan menjadikan Jepang sekarang negara yang menjunjung tinggi perdamaian. “Hanya perlu satu detik untuk menghancurkan perdamaian dan perlu bertahun-tahun lebih untuk kembali bangkit," kata Reuben Joseph B. Lewis salah satu pemberi materi workshop.
 
Salah satu peserta dari Indonesia Ahmad Faiq Rahman mengatakan senang bisa menjadi bagian dari acara ini. Menurutnya ini program bagus terutama dalam mempererat hubungan Jepang dengan negara anggota ASEAN dan menjalin hubungan ke depannya melalui anak-anak mudanya. ”Mahasiswa Insitut Teknologi Bandung semester 7 ini juga menambahkan, “Cara pandang saya jadi lebih terbuka. Tadinya saya berpikir bahwa bom atom Hiroshima adalah salah satu milestone kemerdekaan kita. Tetapi ternyata bukan hanya itu. Bom atom bukan masalah saat itu saja, melainkan setelahnya pun juga masih terasa dampaknya,” katanya. 
 
Kegiatan di Hiroshima pun diisi dengan beberapa kunjungan seperti Atomic Bomb Dome, Peace Memorial Museum dan Peace Memorial Park Hiroshima serta Kuil Itsukushima di Pulau Miyajima. Selain itu peserta juga mengikuti beberapa kunjungan di Tokyo seperti Edo-Tokyo Museum dan Kuil Meiji serta merasakan budaya populer Jepang melalui kunjungan ke Harajuku. (nop)
Bookmark and Share
Oktober 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31