Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Beri Semangat Atlet Sepak Takraw

Rabu, 11 Desember 2013 16:00:00

Menpora Roy Suryo bersama istrinya Ismirandiyani Priyanti hari Rabu (11/12) siang memberi dukungan kepada atlet Sepak Takraw Indonesia saat melawan tuan rumah Myanmar di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Naypyitaw. (foto: muchlis/kemenpora.go.id)

Naypyitaw: Menpora Roy Suryo hari Rabu (11/12) siang memberi dukungan kepada seluruh atlet Indonesia yang bertanding di ajang SEA Games 2013 Myanmar. Bersama rombongan, Mmenpora  menyaksikan pertandingan cabang olahraga Sepak Takraw antara Indonesia melawan tuan rumah Myanmar di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Naypyitaw.

Selama pertandingan Menpora bersama istrinya Ismirandiyani Priyanti terus memberikan semangat dengan meneriakkan yel-yel Indonesia dan menyemangati para atlet yang bertanding. Bahkan saat pertandingan beregu putri Menpora menyaksikan langsung dipingggir lapangan untuk memberikan semangat kepada pemain.

"Saya minta kepada seluruh atlet Indonesia tetap semangat dan gampang menyerah menghadapi setiap pertandingan. Kita tahu tuan rumah Myanmar memang banyak diuntungkan di beberapa pertandingan dan itu saya melihat sendiri, tapi saya harap itu tidak membuat atlet kita patah semangat," harap Menpora.

Pada pertandingan cabang Sepak Takraw, sayang tim beregu putri gagal mengikuti langkah tim regu putra. Tim asuhan Iskandar tersebut kalah 1-2 dari Myanmar. Kekalahan ini terasa menyesakkan karena kontingen Merah-Putih sebenarnya sempat unggul di partai pertama. Tapi, kegagalan mengatasi tekanan suporter tuan rumah membuat peluang di depan mata akhirnya musnah setelah regu ketiga, yang beranggotakan Nur Isni Cykhita, Christy Florencia, dan Akyko Michelle Kapito takluk dari Myanmar dalam pertarungan tiga set.

“Kualitas lawan mungkin sedikit di atas kita. Tetapi, semestinya itu tidak menjadi masalah bila kita juga siap secara mental mengatasi tekanan pendukung tuan rumah. Hal ini agak sulit mengingat beberapa pemain di dalam tim, termasuk saya, baru pertama kali ini tampil di SEA Games,” kata Cykhita, gadis kelahiran Pendolo, Poso, pada 27 Juni 1995 tersebut.

Langkah tim regu putri Indonesia tidak otomatis terhenti. Peluang merebut medali masih terbuka mengingat nomor tim regu menggunakan sistem round-robin dan diikuti empat kontestan. Kamis (12/12), tim putri bakal melakoni dua laga sisa kontra Thailand dan Malaysia.“Peluang tetap ada bila anak-anak tampil lepas di dua pertandingan sisa,” tutur Iskandar. (amr)

Desember 2013
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31