Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

RSON Bantu Proses Penyembuhan Cedera Patah Tulang Mantan Pemain Persibat Batang Hapidin

Kamis, 09 Maret 2017 11:00:00

Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) terus memberikan perhatian kepada para atlet atau pemain yang mengalami cedera. Salah satunya adalah Hapidin, mantan striker Persibat Batang yang sempat ingin menjual sepatu emasnya via instagram untuk membiayai pemulihan cedera pada tulang kering kaki kirinya yang patah. Kini dirinya tengah mendapatkan perawatan secara intensif dari pihak Kemenpora di RSON Cibubur sejak seminggu lalu. (dok/rson)

Cibubur : Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) terus memberikan perhatian kepada para atlet atau pemain yang  mengalami cedera. Salah satunya adalah Hapidin, mantan striker Persibat Batang yang sempat ingin menjual sepatu emasnya via instagram untuk membiayai pemulihan cedera pada tulang kering kaki kirinya yang patah. Kini dirinya tengah mendapatkan perawatan secara intensif dari pihak Kemenpora di RSON Cibubur sejak seminggu lalu. 
 
Cedera yang didapat Hapidin itu kala melakoni tarkam di tahun 2015 lalu, di mana sebelumnya striker kelahiran Bandung tersebut juga pernah mengalami patah tulang di tempat yang sama, sehingga lantaran tidak memiliki biaya, dirinya hanya melakukan terapi di Surabaya.
 
Pihak Kemenpora merespon cepat apa yang dialami Hapidin. Di RSON, pemain yang kini berusia 25 tahun itu sudah melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti rekam medik, pemeriksaan di poli klinik, anamnesis, pemeriksaan fisik, postur, laboratorium, radiologi, pemeriksaan total body composition (TBC), pedoscan serta yang lainnya.
 
Penangan tersebut langsung didapat Hapidin setelah dirinya dijemput pada pukul lima pagi di Stasiun Gambir oleh staf medis dengan menggunakan ambulan RSON, Kamis (2/3/2017) lalu. "Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, pasien di diagnosis adanya bagian tulang yang patah dan adanya pengapuran di sendi pergelangan kaki, disertai adanya infeksi dan alergi, kini masih terus di monitor melalui serangkaian tes" ucap Dr. dr. Basuki Supartono. 
 
"Kami akan menangani seluruh kebutuhan untuk kesembuhan Hapidin, lantaran dirinya pernah mengalami patah tulang kemudian dioperasi dan kini patah lagi ditempat yang hampir sama dan complicated, dimana tingkat kesulitannya sangat tinggi, sehingga membutuhkan waktu dalam penanganannya," tambahnya.  
 
"Kita pasti akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki kaki kiri Hapidin termasuk teknik pemasangan. Ia akan segera naik kemeja operasi sambil menunggu hasil tes lainnya yang menunjang untuk kita lakukan operasi," terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSON itu.
 
Selain melakukan tindakan medis, RSON juga menyediakan psikolog untuk menunjang kesembuhan Hapidin. "Kami akan total dari segala aspek dalam mengawal kesembuhan Hapidin. Saat ini pasien di obati infeksi nya dan bagian kakinya diistirahat kan dengan pemasangan brace. Bila telah teratasi infeksi dan alergi nya baru dilakukan terapi definitif yaitu rekonstruksi serta stabilisasi tulang dan penyembuhan kerusakan di sendi pergelangan kaki," tambah Dr. dr. Basuki. 
 
Sementara Menpora Imam Nahrawi turut prihatin dengan kondisi Hapidin, sosok yang dinilainya memiliki potensi di dalam cabang olahraga sepakbola. Menteri asal PKB itu pun turut mendoakan kesembuhan Hapidin, bahkan dirinya mengatakan bahwa setiap atlet yang mengalami cedera silahkan datang ke RSON untuk menjalankan pengobatan. (dok/rson)
Bookmark and Share
Agustus 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31