Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Siaran Pers No. 29/Kemenpora/10/2017: Tidak Boleh Ada Korban Jiwa Tewas Lagi Dalam Pertandingan Sepakbola

Jumat, 13 Oktober 2017

(Yogyakarta, 13 Oktober 2017). Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi, Kemenpora sekali lagi menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Menurut berbagai informasi yang sudah termuat di sejumlah media massa, jatuhnya korban hingga tewas tersebut berawal dari kerusuhan antar suporter usai pertandingan Persita versus PSMS Medan di babak 16 besar Liga 2 di Stadion Mini Persikabo, Bogor, pada tanggal 11 Oktober 2017. Kejadian bermula ketika suporter Persita turun ke lapangan karena tak terima timnya kalah 0-1. Diberitakan pula adanya sejumlah korban yang terluka cukup parah.

 

Lebih lanjut terhadap kejadian tersebut, Kemenpora menyampaikan pernyataannya sebagai berikut:

  1. Kemenpora menyampaikan pernyataan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Semoga Almarhum diterima di sisi Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
  2. Kemenpora meminta dengan sungguh-sungguh agar PSSI mengusut tuntas masalah tersebut, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Kemenpora telah mencatat bahwa dalam 6 bulan terakhir ini masih cukup banyak kekerasan yang sangat memprihatinkan yang terjadi di sejumlah pertandingan baik di Liga 1 dan Liga 2.
  3. Kemenpora meminta dengan dengan sungguh-sungguh agar PSSI menindak tegas siapapun yang diduga keras baik langsung maupun tidak langsung atas terjadinya peristiwa yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut. Tidak peduli apapun latar belakang terduga pelakunya, maka PSSI harus bertindak tegas, tidak perlu ragu sedikitpun dan harus obyektif.
  4. Kemenpora juga meminta PSSI untuk melakukan percepatan pembinaan kualitas perwasitan secara nasional, karena terjadinya kerusuhan kadang sering terjadi karena kompetensi wasit yang cenderung kurang berkualitas dan kurang obyektif. Publik dan supporter menuntut adanya wasit yang berkomitmen tinggi dalam setiap pertandingan.
  5. Seluruh rangkaian tuntutan Kemenpora tersebut semata-mata didasari oleh kebutuhan adanya kompetisi yang berkualitas, tertib, disiplin, aparat kemanan  dan pertandingan yang tegas, dan yang paling penting adalah: sudah mulai meningkatnya harapan publik ada kualitas Timnas usia muda akhir-akhir ini yang berkualitas bagus. Jika satu demi satu kerusuhan dan jatuh korban tidak bisa diminimalisasi, maka tidak tertutup kemungkinan publik akan berkurang kepercayaan pada kompetisi yang berlangsung.

 

-----------

 

Sekretaris Kemenpora (Gatot S Dewa Broto, HP: 0811898504, email: gsdewabroto; twitter: @gsdewabroto).

 

Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31