Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Siaran Pers No. 12/Kom-Publik/Kemenpora/4/2017: Penjelasan Kemenpora Mengenai Status Andri Syahputra Dalam Timnas Qatar

Sabtu, 01 April 2017

(Jakarta, 1 April 2017). Terkait dengan status kewarganegaraan Andri Syahputra yang beberapa hari terakhir ini diberitakan telah bergabung dengan Timnas U-19 Qatar, maka Kemenpora sejak tanggal 31 Maret 2017 malam (sekitar jam 22.04 hingga sekitar 24.05 WIB)  telah melakukan komunikasi via WA dengan Duta Besar RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi, dan kemudian berlanjut via sambungan telefon langsung pada jam 12.48 WIB siang  tanggal 1 April 2017 sekitar hampir 10 menit di kediaman dinas Menteri Kominfo Rudiantara di Kawasan Perumahan Menteri di Widya Chandra usai rapat persiapan Asian Games 2018 untuk bidang IT dan Broadcasting . Komunikasi dan konfirmasi langsung ini Kemenpora anggap sangat penting untuk mendapatkan kejelasan tentang masalah yang dihadapi Andri Syahputra di Qatar, dan secara kebetulan Duta Besar RI di Qatar sangat kooperatif dan lengkap dalam memberi penjelasannya, sehingga Kemenpora menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Duta Besar untuk penjelasan masalah Andri Stahputra dan kewajibannya dalam memberikan perlindungan  yang luar biasa pada WNI di Qatar.

Beberapa hal penting yang perlu dijelaskan pada publik:
1. Pada awalnya sekitar dua minggu yang lalu terpetik berita Andi Syahputra (talenta muda berbakat di bidang sepakbola) yang tinggal di Qatar bersama keluarganya menolak panggilan PSSI untuk bergabung dengan Timnas U-19. 
2. Kemenpora juga menunjukkan kekecewaannya. Namun setelah mengetahui duduk persoalannya, Kemenpora pada tanggal 25 Maret 2017 jam 14.51 mencoba melakukan komunikasi via WA dengan Agus Darmanto (ayahnya Andri) dengan tujuan penyampaikan permohonan maaf atas pernyataan cukup keras terhadap persoalan tersebut dan berharap keluarga Andri cukup sabar menghadapi maraknya bully-an di Media Sosial terhadap Andi sejak awal minggu kedua Maret 2017. Dan Agus Darmanto bisa menerima permintaan maaf tersebut. 
3. Persoalan muncul kembali sejak 4 hari lalu karena Andri diberitakan telah bergabung dengan Timnas Qatar, sehingga Kemenpora memandang perlu untuk memperoleh kejelasan lebih lengkap dari KBRI mengingat informasi yang diperoleh dari bapaknya Andri belum cukup lengkap. 
4. Berdasarkan informasi langsung dari Duta Besar RI di Qatar, ternyata Andi Syahputra dan keluarganya masih tetap WNI dan memegang paspor Indonesia. Bahwasanya Andi kini bergabung dengan Timnas Qatar, menurut hukum di Qatar adalah hal yang wajar, karena sesuai ketentuan yang ada itu sebagai bagian dari apresiasi atau award Pemerintah Qatar kepada warga negara asing yang bekerja di Qatar yang dalam kesehariannya telah memperoleh status citizenship card tanpa harus berpindah menjadi warga negara Qatar, karena dalam sejarahnya sangat sulit dan jarang ada WNA yang mampu menjadi warga negara Qatar kecuali karena alasan khusus. Bahkan banyak WNA yang status profesi pekerjaannya disetarakan dengan PNS dengan berbagai fasilitas yang diperoleh hampir sama dengan warga negara Qatar yang asli, dimana dari total lebih dari 2 juta penduduk Qatar, mayoritas adalah WNA.
5. Pemantauan terhadap Andri dan anak-anak lain dari berbagai negara yang berpotensi di bidang olahraga sudah cukup lama dilakukan oleh otoritas Qatar karena dianggap cukup positif kontribusinya bagi Qatar.
6. Penjelasan ini perlu diteruskan oleh Kemenpora kepada publik, karena kehebohan masalah Andri ini jika tidak segera diakhiri dan sampai diketahui oleh otoritas Pemerintah Qatar maka akan sangat berpengaruh pada kredibilitas keluarga Andri dalam bekerja di Qatar dan tentu saja nasib pendidikan Andri di Qatar. 
7. Kemenpora memandang perlu untuk mendorong pemahaman sebagian publik yang agak kecewa dengan tidak bergabungnya Andri ke Timnas Indonesia untuk sepenuhnya memaklumi, bahwa  itu sepenuhnya hak azasi Andri dan keluarganya, dan berharap Andri sukses dalam pendidikan dan karier sepakbolanya di Qatar meski kesempatan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia masih terbuka mengingat statusnya masih WNI sejauh kualifikasinya masih terpenuhi.
8. Kemenpora berharap PSSI masih bisa memperoleh talenta lain yang mungkin lebih banyak dan lebih  baik dibanding Andri dari berbagai pelosok di tanah air. 
 

-----------

Sesmenpora merangkap sebagai Kepala Komunikasi Publik Kemenpora (Gatot S Dewa Broto, HP: 0811899504, Email: gsdewabroto@gmail.com, Twitter: @gsdewabroto). 

 

 

September 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30