Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Ziarah ke Makam Husein Mutahar, Pendiri Paskibraka


Peserta pelatihan Paskibraka 2014 hari Senin (4/8) siang berziarah ke makam pendiri Paskibraka Husein Mutahar di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Untuk menghormati pendiri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), hari Senin (4/8) siang Menpora Roy Suryo bersama istrinya Ismarindayani Priyanti didampingi Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara dan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto dan beberapa jajaran Eselon II berziarah ke makam pendiri Paskibraka Husein Mutahar di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

"Acara ziarah ke makam pendiri Paskibraka ini adalah kali kedua yang dilakukan Kemenpora sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap pahlawan kita Husein Mutahar yang menjadi pendiri pasukan pengibar bendera pusaka. Kita sebagai generasi penerus bangsa wajib untuk menghargai dan menghormati jasa beliau," kata Menpora.

"Apa yang dilakukan almarhum Husein Mutahar patut kita contoh dan panuti, kepada adik-adik Paskibraka, kepada para adik-adik Pramuka dan seluruh yang hadir di siini bahwa semangat beliau untuk mendirikan Paskibraka layak untuk kita contoh dan ambil makna yang postif untuk perjuangan kita sekarang ini," tambahnya.

Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan sebagai wakil daerah mereka.

Pada tahun 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka. Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (amr)