Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Pementasan Wayang Kampung Sebelah di Kulon Progo


Menpora Roy Suryo menyampaikan sambutan sebelum pertunjukkan Wayang Kampung Sebelah oleh dalang Ki Jlitheng Suparman, di GOR Desa Wiji Mulyo, Kulon Progo, DIY, hari Sabtu (22/2) malam. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Yogyakarta: Menpora Roy Suryo dan istrinya Ismarindayani Priyanti didampingi Plt Sesmenpora Alfitra Salamm hari Sabtu (22/2) malam menghadiri pertunjukkan Wayang Kampung Sebelah yang dibawakan oleh dalang Ki Jlitheng Suparman dengan judul  Atas Mengganas, Bawah Bringas di Gedung Olahraga (GOR), Desa Wiji Mulyo, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.     

Pada sambutannya Menpora mengucapkan terima kasih kepada warga Kulon Progo yang sudah hadir menyaksikan pergelaran seni Wayang Kampung Sebelah (WKS). "Kepada warga Kulon Progo saya mengahturkan terima kasih yang sudah menyaksikan pertunjukkan wayang ini. Kepada panitia juga sayan ucapkan terima kasih," ujar Menpora.

Roy Suryo juga mengatakan bahwa Kulon Progo merupakan salah satu daerah di Yogyakarta yang ke depan akan memiliki perkembangan yang bagus. Beberapa pemuda dan atlet potensial sendiri dari daerah ini juga sudah mulai banyak bermunculan. Oleh karena itu Roy akan menampung ispirasi pemuda yang ada di daerah sini yang menginginkan pembangunan GOR untuk segera di selesaikan agar olahraga di daerah ini bisa berkembang dengan baik.

"Saya yakin Kulon Progo ke depan akn berkembang dengan pesat selain bandara yang akan di bangun di daerah ini, stadion Cangkring juga akan di bangun di tempat ini. Saya harap dengan berkembangnya daerah ini akan diikuti para pemuda dan pemudi. Insyallah Kemenpora akan terus mendukung ispirasi yang diinginkan masyarakat sini," tambahnya.

Wayang Kampung Sebelah (WKS) merupakan genre baru dalam dunia pewayangan yang diciptakan oleh sekelompok seniman asal Solo. Adalah Ki Jlitheng Suparman sebagai dalang dan penulis naskah dalam Wayang Kampung Sebelah, sekaligus penggagas berdirinya pertunjukan Wayang Kampung Sebelah bersama beberapa rekan lainnya yakni Yayat Suhiryatna, Max Baihaqi  dan Sosiawan Leak.

Wayang Kampung Sebelah ini berangkat dari sebuah ide pertunjukan wayang dengan mengangkat kisah realitas kehidupan masyarakat saat ini secara lebih lugas dan bebas. Yang menarik dari Wayang Kampung Sebelah adalah tidak menggunakan iringan gamelan, melainkan menggunakan iringan musik combo band. Iringan lagu yang disajikan dalam Wayang Kampung Sebelah ini lebih banyak menyajikan karya cipta musisi Wayang Kampung Sebelah itu sendiri dengan instrumen dan bentuk musik yang sangat ringan untuk memperkuat karakter pertunjukan.

Pada pertunjukkan tersebut WKS bukan semata-mata milik dalang, namun pemain musik maupun penonton dapat  melontarkan komentar atau menimpali dialog maupun ungkapan-ungkapan dalang dalam setiap adegan. Pertunjukan seperti ini  sangat memungkinkan berlangsungnya diskusi antara tokoh wayang, dalang, pemain musik, maupun penonton.(amr)