Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Penghargaan untuk Thio Him Tjiang


Menpora Roy Suryo hari Kamis (3/4) sore mengunjungi mantan pemain timnas Thio Him Tjiang di rumahnya di Tanjung Duren Barat, Jakarta. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pemerintah  kembali memberikan penghargaan terhadap tokoh-tokoh olahraga yang pernah mengharumkan nama bangsa. Hari Kamis (3/4) sore, Menpora Roy Suryo memberikan penghargaan kepada mantan pemain tim nasional era tahun 1950, Thio Him Tjiang di rumahnya Jalan Delima  Tanjung Duren Barat, Jakarta.

Setiba di rumah Thio Him Tjiang, Menpora langsung memeluk mantan pemain yang satu angkatan dengan Ramang tersebut. Menpora menyatakan  senang bisa bertemu dengan Thio Him Tjiang sebagai mantan pemain Timnas dan mengharumkan nama bangsa di Era tahun 1950 an tersebut.

"Terima kasih Om, saya senang ketemu Om, karena merupakan salah satu tokoh sepakbola Indonesia. Semangat Om saya harap bisa menginspirasi para  pemain-pemain muda. Kita juga akan mengundang tokoh-tokoh olahraga Indonesia untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Kami hanya sedikit memberikan bantuan, jangan dilihat nilainya. Ini bagian dari semangat kami," kata Roy.

Menpora memberikan bantuan tali asih berupa uang Rp 10 juta dan baju batik bermotif sepakbola  "Pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada mantan-mantan tokoh olahraga kita yang sudah memberikan jasanya kepada negara. Jangan dilihat nilainya, bentuk poerhatian inilah yang akan kami berikan untuk menghargai jasa mereka," tambahnya.

Thio Him Tjiang adalah seorang pemain sepakbola era tahun 1950-an. Ia turut menorehkan sejarah saat Indonesia menahan imbang Uni Soviet di perempatfinal Olimpiade Melbourne 1956. Ia merupakan atlet berprestasi hasil binaan Klub Union Makes Strength (UMS), salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia dan klub yang tergabung dalam Persija Jakarta.

Pemain yang lahir di Jakarta, 28 Agustus 1929 ini berasal dari keluarga pemain sepak bola. Ayahnya, Thio Kioe Sen, adalah mantan kiper UMS di tahun 1920-1936. Thio Kioe Sen mempunyai tujuh anak, enam lelaki dan satu perempuan. Semua anak lelakinya; Thio Him Gwan, Thio Him Tjiang, Thio Him Toen, Thio Him Eng, Thio Him Boen, dan Thio Him Hok adalah pemain UMS. Namun di antara semuanya yang paling terkenal adalah Thio Him Tjiang.

Him Tjiang merantau ke Singapura pada 1948. disana dia memperdalam kemampuan bermain bola. Iia dilatih langsung oleh Choo Seng Que, pelatih berkebangsaan Singapura yang kemudian menjadi pelatih asing pertama timnas Indonesia (1951-1953). Tahun berikutnya Him Tjiang pulang ke Indonesia dan kembali bergabung dengan UMS. Ia kemudian menjadi pemain andalan UMS di bawah bimbingan pelatih Endang Witarsa (Liem Soen Joe).

Karirnya meningkat ketika diminta memperkuat Persija Jakarta, klub induk UMS, di kompetisi Perserikatan serta timnas yang saat itu dilatih Seng Que kemudian Tony Pogacnik, pelatih asal Yugoslavia. Di era Tony ia dipindah posisinya menjadi bek setelah sebelumnya bermain sebagai gelandang.

Selama di timnas, Him Tjiang tampil di sejumlah ajang besar yang diikuti Indonesia seperti Olimpiade Melbourne (1956), Pra-Piala Dunia di Cina (1957), Merdeka Games di Kuala Lumpur (1957 dan 1958), Asian Games Tokyo (1958), dan Pra-Olimpiade Roma (1960). Ia juga ikut ketika timnas melakoni tur ke Uni Soviet dan Eropa pada 1956. Tahun 1961 Him Tjiang pindah ke Bandung untuk bergabung dengan Persib sebelum memutuskan untuk gantung sepatu. Disana ia langsung mempersembahkan gelar juara Perserikatan bagi Persib. Setelah pensiun ia tidak tertarik menjadi pelatih, ia hanya ingin dikenang sebagai pemain bukan sebagai pelatih. (amr)