Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Pemuda Agen Perubahan, Prestasi Olahraga Naik Turun

Selasa, 18 Desember 2012 13:51:09

Jakarta: Hari Selasa (18/12) pagi, Bagian Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan acara Coffe Morning yang mengambil tema 'Refleksi Kepemudaan dan Keolahragaan Tahun 2012' di Gedung Wisma Kemenpora, Jakarta. Acara dihadiri beberapa nara sumber seperti pengamat olahraga Anton Sanjoyo, tokoh muda Yudi Latif dan pakar Public Relations Christovita Wiloto. Sedangkan dari Kemenpora hadir Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto dan Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda Abu Musa'ad. Bertindak sebagai moderator adalah Karo Hukum, Humas dan Kepegawaian Kemenpora, Amar Ahmad.

Pada acara tersebut masing-masing nara sumber memaparkan beberapa hal penting yang harus dijadikan bahan refleksi Kemenpora dalam masalah pemuda dan olahraga. Untuk masalah olahraga, pengamat olahraga Anton Sanjoyo mengatakan Kemenpora ke depan harus bisa merasakan masalah yang ada di masyarakat, salah satunya masalah sarana olahraga yang sekarang minim sekali di masyarakat. Menurutnya banyak fasilitas dan sarana olahraga di Jakarta atau di daerah yang berubah fungsi menjadi pertokoan atau yang lainya. 

"Saya dulu ketika masuk pertama kali di Jakarta khususnya di daerah Bintaro, saya hitung ada sekitar lima lapangan sepakbola, sekarang semuanya hilang berubah fungsinya. Saya kira ini yang menjadi salah satu persoalan bagaimana kita bisa mengembangkan olahraga di Indonesia. Undang-Undang SKN 2005 saya melihat hanya titik dan koma, implementasinya di lapangan sangat tidak dirasakan oleh masyarakat," kata Anton. 

Persoalan tersebut memang menjadi salah satu PR yang harus diperhatikan. Sebab menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik, bahwa masalah tersebut bagian dari meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan berolahraga dan muaranya pada prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional. Secara prestasi ada beberapa catatan yang mengalami grafik naik turun pada prestasi olahraga di Indonesia. 

Djoko memaparkan, untuk tahun 2012 prestasi Indonesia di ajang Olimpiade memang mengalami penurunan dengan hanya menghasilkan satu medali perak dan 2 medali perunggu sehingga peringkat Indonesia turun di urutan 63. Namun beberapa event internasional seperti Paralympic Games, dan Asean School Games, Indonesia mengalami prestasi yang meningkat. 

"Di ajang Olimpiade memang kita mengalami penurunan peringkat, itu dikarenakan kita selama ini hanya mengandalkan bulutangkis saja. Namun untuk Paralympic Games kita bisa mendapat satu perunggu dan Asean School Games kita naik ke peringkat dua di bawah Thailand. Apa yang kita raih saat ini memang harus dijadikan refleksi untuk mendapatkan prestasi lebih baik ke depan, dan kita harus bisa," kata Djoko. 

Sementara itu, untuk masalah pemuda, Yudi Latif dan Christovita Wiloto mengatakan pemuda sekarang ini memiliki perkembangan yang luar biasa. Pemerintah harus memberikan kepercayaan kepada pemuda sebagai agen perubahan, pengukuhan kembali ilmu sebagai ukuran kehormatan, serta pemupukan etos kerja lewat pendidikan karakter seperti bela negara yang memuliakan akhlak dan meritokrasi berbasis aktualisasi ragam kecerdasan insani. 

Pada acara tersebut juga hadi Plt Deputi Pembudayaan Olahraga, Tunas Dwidharto dan beberap Asisten Deputi Kemenpora. Tunas yang juga membuka acara tersebut berharap dari hasil diskusi refelksi seperti ini bisa dijadikan masukan untuk Kemenpora ke depanya. (amr)

Mei 2016
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31