Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Agum: KSN Harus Bebas dari Kepentingan Politik


Jakarta: Ketua Panitia Kongres Sepakbola Nasional Agum Gumelar mengajak semua pihak menyatukan visi dalam pelaksanaan Kongres Sepakbola Nasional (KSN) 30-31 Maret mendatang.

Saat membuka rapat pleno membahas persiapan panitia KSN di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (17/3) pagi, Agum menegaskan bahwa  penyelenggaraan KSN mendatang terbebas dari kepentingan politik pihak tertentu. Untuk itu, ia meminta semua pihak termasuk panitia KSN  menyatukan visi terkait digelarnya KSN di Malang akhir Maret mendatang.

"KSN harus bebas dari intrik-intrik yang bersifat politis. Jangan disalahartikan KSN ini sebagai intervensi terhadap PSSI," ujarnya.

Agum kembali menegaskan bahwa diselenggarakannya KSN didasari oleh keprihatinan masyakarakat Indonesia terhadap persepakbolaan nasional yang kian terpuruk.  Meskipun hingga saat ini ada hal positif yang terjadi dengan semakin bergairahnya kompetisi sepakbola lokal, dalam hal pembinaan terjadi kemunduran sehingga prestasi sepakbola nasional mandek.

Ia juga mengaku prihatin dengan munculnya pemikiran yang ingin menggagalkan KSN. Menurut Agum hal itu adalah tindakan bodoh mengingat KSN dilakukan untuk mencari solusi mengembalikan prestasi sepakbola nasional.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang juga ikut dalam rapat pleno mengatakan, PSSI mendukung penuh penyelenggaraan KSN dan tidak berniat menggagalkan jalannya KSN yang rencananya akan dihadiri sekitar 500 peserta dari unsur PWI, KONI, PSSI dan Kemenpora itu.

"PSSI sangat berterimakasih dengan perhatian semua pihak terhadap persepakbolaan nasional dan sangat mendukung KSN. Tidak ada niat dari PSSI untuk menggagalkan KSN," katanya. (mal)