Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

KONI Surabaya Perkenalkan Program SIAP GRAK


Jakarta: Deputi V Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga pada Kemenpora, Tunas Dwidharto, hari Senin (15/3) siang  menerima kedatangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya, di kantor kemenpora. Saat menerima tamu-tamunya, Tunas didampingi Dasril Anwar (Asisten Deputi Lembaga Keolahragaan), Marhot Harahap (Asisten Deputi Pembinaan Prestasi Olahraga), Guntur Pawoko (Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Kesehatan), Abidin Ahmad (Asisten Deputi IPTEK Olahraga) dan Bambang Setiono (Kepala Bidang IPTEK Olahraga).

Sementara itu,  personil KONI Surabaya ini terdiri dari Heroe Poernomohadi (Ketua Umum KONI Surabaya), Biasworo Adisuyanto (Wakil Sekretaris Umum), Edy Swasono (Bidang Pembinaan Prestasi), I Wayan Parna Setiawan (Bidang Penelitian dan Pengembangan), Ani Sudjini (Kepala Program dan Anggaran), Maria Caecilia (Biro Promosi dan Pemasaran), Soebagyo (Ketua Komisi Hubungan dan Kerjasama), Ram Surahman (Ketua Biro Media dan Humas), Pungky SW (Ketua Biro Perencanaan), Yudha (Pegawai Dispora Surabaya) dan Didik Ketua Komisi Kerjasama Dispora Surabaya). 

Kepada Tunas Dwidharto, Heroe menyatakan bahwa atlet-atlet Kota Surabaya siap go internasional. Mereka telah menyiapkan program-program yang mendukung  50 atlet dan pelatih untuk mengikuti perjuangan dan pelatihan skala internasional. Program ini dia harapkan dapat bersinergi dengan program Kemenpora. "Maka, ketika kami ada peluang untuk mengirimkan atlet, kami juga mendapat dukungan kemenpora," ujar Heroe. 

Jajaran pengurus KONI dan atlet di cabang-cabang olahraga di Surabaya tidak pernah berhenti belajar dalam mempersiapkan diri  untuk go internasional. Pelatih dan KONI telah melakukan studi banding ke sejumlah negara seperti Australia sebagai bahan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan. "KONI Surabaya juga telah mencanangkan program  pemusatan latihan khusus yang dinamakan SIAP GRAK atau Surabaya Intensifikasi Atlet Prestasi Gelorakan Kemenangan. Ada sekitar 1.300 orang atlet dan ofisial yang akan terlibat dalam pemusatan latihan," kata Heroe. 

Menanggapi harapan dan keinginan KONI Surabaya, Tunas mengatakan, apa yang telah dilakukan KONI Surabaya juga telah dilakukan oleh Kemenpora. Kemenpora  juga berharap bahwa atlet-atlet Indonesia sebaiknya tidak hanya berprestasi di tingkat lokal saja. "Kita tidak hanya berprestasi di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional karena memang sekarang standar internasional. Keberhasilan yang harus dicapai tidak hanya dalam single event tetapi juga multievent seperti SEA Games," kata Tunas. 

Kemenpora telah siap mendukung para pelatih yang ingin belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris sehingga mudah berkomunikasi di ajang internasional. Dia mengatakan keberhasilan Surabaya menelurkan sejumlah atlet berprestasi tidak luput dari dukungan pakar olahraga yang ada di Surabaya. Konsep pembinaan atlet dan pelatih di Surabaya memang layak dapat ditiru oleh provinsi lain bahkan oleh Kemenpora. 

Sementara itu, Dasril Anwar yang memimpin acara  ini menyambut baik kehadiran  KONI Surabaya ke Kantor Kemenpora. Dia mengatakan hubungan antara KONI dan pemerintah memang harus terjalin baik karena sesuai ketentuan perundang-undangan KONI bekerja membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan. (rma)