Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

LIRA Ikut Sosialisasikan UU-Kepemudaan


Deputi I Kemenpora, Sakhyan Asmara bersama pengurus Pemuda Lira, di kantor kemenpora hari kamis (11/3) siang. (foto: kamal/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pemuda LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) bekerjasama dengan Kemenpora akhir bulan Maret  akan melakukan diseminasi atau penyerapan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Ketua Umum Pemuda LIRA, Nurhakim Kandow, usai diterima  Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sakhyan Asmara di Wisma Pemuda, Senayan, Jakarta, Kamis (11/3) siang. mengatakan, diseminasi dilakukan agar para pelajar terutama yang berusia 16-18 tahun tidak hanya mengetahui UU Nomor 40 Tahun 2009 tapi juga memahami esensinya.

Dengan demikian para pelajar diharapkan mengetahui akan menjadi apa mereka pada usia 25-30 tahun. “Dengan diseminasi ini kami akan menyampaikan substansi UU Kepemudaan dengan gaya bahasa yang menarik dan lebih sederhana agar mudah dipahami pelajar seusia mereka. Kemasannya juga akan sesuai dengan dunia pelajar usia 16-18 tahun,” ujarnya.

 Fungsionaris Pemuda LIRA Muhammad Arfan menjelaskan, bentuk kegiatan diseminasi yang akan dilakukan antara lain dialog dan diskusi yang akan menampilkan pihak Kemenpora dan tokoh pemuda berprestasi sebagai pembicara. Pemuda LIRA juga akan menggelar konser musik sederhana. Untuk memudahkan daya serap pelajar mengenai UU Kepemudaan, pihaknya juga akan membuat komik yang akan disebarluaskan kepada para pelajar.

 “Pada tahap awal ini kami akan fokus kepada sekolah-sekolah yang berprestasi dan sekolah yang memiliki tingkat konflik yang tinggi, sehingga kemudian selain ada upaya sosialisasi juga ada upaya meminimalisir tingkat konflik di kalangan pelajar, khususnya di DKI Jakarta,” ujar Arfan.

 Sementara, Deputi I Kemenpora Sakhyan Asmara menilai, Sentuhan kepada siswa usia 16-18 tahun sangat penting usia tersebut merupakan pemuda pemula yang seharusnya sudah memiliki gambaran visi kehidupannya. “Selama ini kita membiarkan pemuda itu terlena sampai usianya 30 tahun bahkan sampai 40 tahun mereka belum siap apa-apa. Akhirnya pada usia seperti itu ketergantungan kepada negara cukup tinggi. Akibatnya, kita tidak bisa menjadi bangsa yang mandiri,” jelasnya. Rencananya, acara diseminasi itu akan digelar selama satu hari pada akhir Maret 2010 dan melibatkan 10 SMA di Jakarta, antara lain SMA 70 dan SMA 6.(mal)