Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Penyalaan Obor Menegangkan


Sabar, pendaki tuna daksa menyalakan obor pada pembukaan ASEAN Paragames VI di Stadion Manahan Solo, Kamis (15/12) malam. (foto: muchlis/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pidato Wakil Presiden Boediono yang menyebut  peserta ASEAN Paragames adalah orang-orang yang istimewa, memang terbukti. Bukti itu terlihat pada saat  penyalaan obor dalam pembukaan ASEAN Paragames VI yang menegangkan di Stadion Manahan Solo, hari Kamis (15/12) malam. 

Meski dengan keterbatasan, tiga atlet dengan keterbatasan ini mampu menyalakan obor dengan prosesi sempurna. Penyalaan obor dimulai dengan kedatangan Daniel Carlos,  di atas kereta kencana yang ditarik 2 ekor kuda dan diiringi pasukan penjaga berseragam merah. Layaknya di tengah perjalanan, kedatangan Daniel dihadang Sabar Gorky, tuna daksa pendaki puncak gunung Elbrus pada 17 Agustus 2011.

Daniel Carlos lalu turun dari kereta kencana dan dengan bantuan kursi dorong, dia menyerahkan api obor abadi dari Mrapen kepada Sabar Gorky, peraih emas dalam cabang olahraga climbing. Tangan kanan Sabar, menerima api obor Daniel. Lalu, dibantu kruk di kaki kirinya, Sabar  membawa api obor menuju tengah podium VIP. 

Dan, dengan memohon izin Wakil Presiden RU Boediono dan para tamu undangan, Sabar siap-siap menerbangkan api obor, melangkah menuju sudut podium. Tidak rumit bagi Sabar saat memasang kait penyambung tali di pinggangnya dengan tangan kirinya. Setelah siap, Sabar meluncur pada seutas tali. Menegangkan! 

Api obor di tangan kanannya masih menyala selama Sabar 'terbang' pada  seutas tali sejauh sekitar 100 meter menuju podium barat. Aksinya menegangkan. Namun, rasa itu berganti decak kagum ketika melihat kemampuan Sabar mendaki dinding setinggi 8 meter hanya dengan kaki kanan. Di balik dinding, Memet Lesmana atlet atletik peraih medali perak pada pertandingan di Amerika 1984 sudah menanti kedatangan Sabar. 

Akhirnya, obor di atas cauldron menyala sempurna. Penyalaan api abadi di Stadion Manahan ini disertai dengan pesta kembang api yang tidak kalah meriah. Dan, menutup seluruh rangkaian acara, ditampilkan campur sari tarian nusantara dan penampilan song sejumlah artis, Joy Tobing, Warna, dan dua penyanyi penyandang cacat Ramona Purba dan Desy Fitri. (rma/tut)