Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Apresiasi Untuk Pembuatan Film Pendek Tingkat SMA


Jakarta : Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menyambut baik lomba pembuatan film pendek bertajuk perubahan iklim yang diselenggarakan  Kedutaan Australia bagi para siswa SMA di Indonesia. Menurutnya, isu perubahan iklim yang diangkat sebagai tema dalam pembuatan film pendek ini memang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Moment ini menurutnya tepat sasaran bagi para pelajar tingkat SMA dan menjadi kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menciptakan atau meningkatkan kesadaran generasi muda tentang isu perubahan iklim tersebut. "Dengan cara-cara kreatif semacam ini terutama dengan video di zaman youtube sekarang ini sosialisasi tentang isu perubahan ikim pada generasi muda memang sangat tepat," kata Andi usai menyerahkan hadiah bagi para pemenang Lomba Film Pendek tentang Perubahan Iklim bersama Duta Besar Australia HE. Mr Bill Farmer AO di Hotel Intercontinental MidPlaza Jakarta, Sabtu (27/2). 

Dalam acara tersebut, Andi menggunting pita dan menyerahkan hadiah bagi para pemenang. Mantan Juru Bicara Presiden pada masa Kabinet Indonesia Bersatu ini mengatakan Indonesia berada di urutan terdepan dalam menghadapi isu perubahan iklim. Terbukti, sejak awal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu aktif dalam forum flora internasional untuk mencari solusi global terhadap isu perubahan iklim saat ini. Mengingat negara Indonesia dibangun dari ratusan pulau-pulau dan lautan. 

"Isu perubahan iklim adalah salah satu isu utama sekarang dan sepanjang abad ini. Indonesia berada di garis depan dalam hal isu perubahan iklim," kata Andi. 

Dia juga mengatakan jika dunia, umat manusia tidak bisa mengatasi perubahan iklim, maka permukaan air laut akan naik karena es kutub mencair. Dan jelaslah akan menciptakan malapetaka di negara kepulauan seperti Indonesia. 

"Beberapa pulau-pulau kita kemungkinan akan tenggelam. Karena itu saya mengapresiasi inisiatif Kedutaan Australia mengadakan lomba pembuatan film pendek ini," ujarnya. 

Andi menggambarkan, apabila kondisi air laut naik setengah meter, maka dengan sangat mudah malapetaka akan menimpa Indonesia. Padahal selama ini bangsa Indonesia selalu bertekad mempertahankan setiap jengkal tanah air. "Yang akan datang bukan musuh bersenjata yang menenggelamkan sejengkal tanah air melainkan jutaan jengkal tanah air bisa tenggalam karena perubahan iklim," katanya.

Andi mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba pembuatan film pendek ini. Dia berharap para peserta lomba dapat terus mengembangkan krativitasnya dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya peluang seperti ini. Karena ke depan kreativitas dan industri kreatif akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Dalam kesempatan serupa dia juga mengapresiasi upaya Kedutaan Australia untuk menyosialisasikan perguruan tinggi Australia kepada pelajar Indonesia. Andi mengakui pendidikan tinggi di Australia memang berkualitas  di dunia dan dapat menjadi referensi bagi anak-anak muda Indonesia mengenyam pendidikan di Negeri Kanguru itu.

"Anak-anak muda Indonesia bisa belajar banyak dengan kuliah di Australia. Para orangtua pun bisa mendapatkan informasi langsung tentang pendidikan tinggi di Australia," ujarnya. (rma)