Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Memudakan Kembali Pemuda


Jakarta: Pemerintah  berusaha memudakan kembali pemuda Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009. Hal tersebut diungkapkan Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Budi Setiawan. Ia mengatakan, setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan terjadi kemandekan sirkulasi kepemimpinan sehingga membuat katagori pemuda di Indonesia semakin tua.

"Saat Kongres Pemuda II pada 1928, para pemuda yang ikut kongres rata-rata berusia di bawah 20 tahun. W.R. Soepratman salah satu peserta kongres yang juga  menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya waktu itu, usianya juga belum 20 tahun," ujar Budi Setiawan yang hadir mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di acara New Wave Marketing Power Lunch di MarkPlus Institute of Marketing (MIM) Campus, Jakarta, Senin (22/2) siang.

Setelah melalui banyak pertentangan dari berbagai organisasi kepemudaan mengenai kategori pemuda di Indonesia, akhirnya disepakati, pemuda Indonesia adalah yang berusia 16 tahun hingga 30 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Budi mendorong pemuda Indonesia untuk memiliki sifat DORAEMON (Dream, Opportunity, Reform, Action, Energy, Mapping, Organizing dan Networking).

"Pemuda harus memiliki mimpi, meraih kesempatan, mampu melakukan perubahan, sigap bertindak, memiliki energi, mampu memetakan persoalan, mengorganisir dan membuat jaringan," jelasnya di hadapan puluhan wirausahawan muda yang hadir di acara tersebut.

Sementara itu, Presiden MarkPlus, Hermawan Kartajaya mengatakan pemuda diharapkan bisa menjadi kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan.

 "Dengan demikian, diharapkan pemuda bisa menjadi pemimpin-pemimpin di masa datang," jelasnya.

Pada acara tersebut selain Hermawan Kartajaya dan Budi Setiawan, Ciputra, dan presenter Pandji Pragiwaksono juga menjadi pembicara. Di antara peserta yang hadir terlihat mantan pebulutangkis nasional Sigit Budiarto, pebalap motor Doni Tata dan Anggota Komisi X Theresia Pardede. (mal)