Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Mendag Akan Ringankan Bea Masuk Alat Olahraga


Presiden SBY dan Ibu Negara meninjau stand pameran usai senam bersama di halaman kantor Depdag, didampingi Menteri Perdagangan dan Menpora, hari Jumat (19/2) pagi. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta : Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu akan membantu memberi keringanan bea masuk alat-alat olahraga yang belum dapat diproduksi di Indonesia. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mempelajari dan mengupayakan meringankan bea masuk alat-alat olahraga yang memang menyumbangkan dan memberi harum nama Indonesia . 

Dirinya pun akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan olahraga mana saja yang memang perlu mendapat keringanan bea masuk. "Kami akan pelajari dan berikan keringanan biaya masuk asalkan untuk kegiatan olahraga. Detailnya mohon disampaikan," kata Mari didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng usai menggelar senam bersama di Kantor Kementerian Perdagangan di Jalan MI Ridwan Rais Jakarta Pusat Jumat (19/2) pagi. 

Bila memungkinkan akan diupayakan dicari aspek lain yaitu dengan memproduksi sendiri alat-alat olahraga. Hal ini merupakan tanggapan Mari atas keluhan masyarakat terhadap mahalnya harga peluru  dan alat menembak untuk cabang olahraga menembak. Padahal cabang olahraga menembak pernah menghasilkan prestasi emas. 

Mari mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Menpora untuk membantu keringanan biaya bagi cabang-cabang olahraga lain. Hal ini merupakan respon Mari setelah Menpora menceritakan persoalan yang terjadi pada cabang olahraga bowling. Sebagaimana laporan dari penggiat olahraga boling, Andi mengatakan saat ini kegiatan dan latihan bowling ditagih pajak hingga 30 persen. Biaya olahraga boling ini dinilai sangat mahal padahal cabang olahraga bowling telah beberapa kali menyumbangkan emas di sejumlah pertandingan di tingkat Asia. 

"Selama ini masyarakat melihat, bowling hanya sebagai cabang olahraga rekreasi, padahal bowling sudah menjadi cabang olahraga prestasi," kata Andi. (rma)