Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Jurnalis Televisi Makin Profesional


Menpora terlibat dialog dengan peserta audisi presenter dan pimpinan serta presenter TV One di kantor Menpora, Kamis (18/2) petang. (foto: bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Ruang rapat Menpora Kamis (18/2) sore itu penuh dengan riuh rendah canda tawa. Ternyata di ruang tersebut Menpora Andi Mallarangeng sedang ditantang oleh Tina Talisa (presenter TV One) untuk menebak salah satu peserta audisi yang berasal dari Makasar, kota kelahiran Andi. 

Sayang tebakan Menpora ternyata diketahui salah ketika Tina meminta peserta yang berasal dari Makasar untuk mengangkat tangannya. Menyadari hal tersebut gantian Menpora yang terbahak-bahak karena tebakannya salah.

Sore itu Menpora didampingi Lalu Wildan (Staf Khusus Kemitraan) dan I Gusti Bagus Sucitra (Kepala Biro Hukum dan Humas) ketika menerima kunjungan tujuh finalis Audisi Presenter TV One.

Ketujuh finalis peserta audisi tersebut adalah Della Indria (Palembang), Andromeda Mercury (Bandung), Mudrikan H. Nacong (Makasar), Tysa Novenny (Medan), Ruth Damai Hati Pakpahan (Jakarta), Yunessha Puti Lalita (Surabaya), dan Fahmi Anhar Nurdiyanto (Yogyakarta) dengan didampingi oleh Nurjaman M (deputi director news and sport TV One),  Dian Indarti. (GM Corp. Comm.), Tina Talisa (Presenter), Merdi S (manager news), Ike Kesuma (GRO), Dian Indarti (General Manager Operational), Agus Iwan (Assistant Sport), Medi dan Irfan (Promo Department)

Kedatangan tim TV One pada sore itu bertujuan memang untuk memperkenalkan ketujuh peserta audisi Presenter TV One yang lolos sebagai finalis. Selain itu juga untuk meminta Menpora agar berkenan hadir dalam acara ulang tahun TV One dan sekaligus meminta Menteri bersedia berganti peran dengan Tina Talisa. Tina yang biasanya mewawancarai Andi ketika masih di Istana, maka pada hari ulang tahun itu akan diwawancarai oleh Menteri.

 Dalam kesempatan tersebut salah seorang peserta dari Yogyakarta sempat menanyakan mengenai pengalaman unik dan menarik Menpora dengan media. "Pengalaman uniknya adalah ketika ia sering diminta untuk bernyanyi oleh teman-teman wartawan,"jawabnya.

Seorang peserta dari Makasar yang mempunyai nama panggilan Ikan pun sempat meminta masukan dari Menpora yang juga sama-sama berasal dari Makasar, mengenai bagaimana dengan aksen Makasar terasa berbeda dengan presenter lain. Menjawab hal tersebut, Menpora menjawabnya dengan tersenyum dan menceritakan masa lalunya sebagai anak Makasar yang merantau dan akhirnya dapat menjadi Jubir Presiden. Menpora memberi masukan bahwa hal tersebut pasti bisa diatasi. Tidak perlu benar-benar dihilangkan yang penting sebagai presenter gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar berikut artikulasinya.

Pada akhir kunjungan yang penuh canda tersebut, dalam wawancaranya Menpora menyatakan senang sekali, kalau generasi baru jurnalis televisi ini tampaknya makin lama makin profesional. 

"Saya harap TV One memberikan latihan yg cukup sehingga mereka betul-betul bisa menjadi presenter sekaligus jurnalis yang andal kedepannya. Pers sebagai salah satu pilar demokrasi kita harapkan memiliki generasi-generasi baru selain artikulasinya bagus, penampilannya menarik, konten substansi juga harus dipersiapkan."(rin)