Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Dukung Kegiatan KMD


Menpora Andi Mallarangeng bersama Menteri Pertanian Suswono dan Menko Kesra Agung Laksono hadir dalam Seminar Sehari Pemuda di Daerah Tertinggal KMD, Kamis (18/2) pagi di Hotel Bumikarsa Jakarta.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta : Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng sangat mendukung program-program pemuda yang ikut bersama pemerintah menyukseskan kegiatan untuk pembangunan di daerah tertinggal. Dia menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan Kader Muda Demokrat (KMD). 

Demikian hal ini disampaikannya usai menyaksikan pembukaan seminar sehari yang diselenggarakan Kader Muda Demokrat, Kamis (18/2) di Hotel Bumi Karsa Bidakara. Acara ini bertema "Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Bangsa". 

Hadir sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pertanian Susono MA, Menteri Negara PDT Ahmad Helmi Faisal. Anggota DPR Ruhut Sitompul, Sutan Batugana dan Ketua Umum Aswin Nasution. Andi sangat apresiasi pada kegiatan KMD ini karena memang seharusnya KMD tidak hanya memikirkan masalah-masalah yang terjadi di kota. "Tetapi mereka (pemuda KMD, red) juga memikirkan hal-hal yang ada di luar kota," ujar Andi. 

Persoalan-persoalan di daerah saat ini memang juga harus menjadi perhatian orang-orang muda. Ada beberapa yang harus dilaksanakan dan diimplementasikan dengan sasaran daerah terluar. Antara lain meningkatkan nasionalisme dan menjadikan kawasan terluar itu sebagai beranda depan. "Harus menempatkan daerah tertinggal itu sebagai berada depan bukan belakang," kata mantan Juru Bicara Presiden pada era Kabinet Indonesia Bersatu ini. 

Dia juga berharap wadah seminar sehari ini juga mampu menciptakan share republik agar semua masyarakat tahu lebih banyak tentang Indonesia, baik dari bahasa, kebangsaan dan lambang negara. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan pramuka dengan dasa darma pramuka yang memperkuat nasionalisme. Selain itu, Andi mengatakan hal yang tidak kalah penting adalah connectivity. 

Sebelumnya, Agung Laksono sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara seminar sehari ini menjelaskan bahwa untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal diperlukan pendekatan wilayah. Yang terjadi selama ini adalah kesenjangan dari daerah tertinggal. Dan perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengurangi kesenjangan itu. Dia berharap ada perhatian pemuda untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal berbasis potensi sumber daya lokal menuju kemandirian bangsa. 

Pemukulan gong tiga kali oleh Agung Laksono didamping sejumlah Menteri KIB II. Kepada wartawan Ketua Umum KMD Aswin mengatakan tema daerah tertinggal diangkat dalam seminar ini karena persoalan pembangunan itu bukan hanya masalah pemerintah tapi juga persoalan bersama. Semua pihak, termasuk pemuda agar bahu membahu menyelesaikan masalah itu. (rma)