Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Jelang SEA Games XXVI : Indonesia Harus Raih Tiga Sukses


Menpora Andi Mallarangeng menghadiri rakor tentang Persiapan SEA Games XXVI, di kantor Menko Kesra, hari Senin (15/2) siang. (foto:muchlis/kemenpora.go.id)

Jakarta: Ada tiga hal yang hendak dicapai Indonesia saat menjadi tuan rumah pada SEA Games XXVI tahun 2011, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. 

Di dalam Rapat Koordinasi tingkat Menteri tentang Persiapan SEA Games Indonesia 2011, yang diselenggarakan di Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (15/2) sore, Menpora Andi Mallarangeng menjelaskan "trisukses" SEA Games tersebut. Sukses prestasi yakni dengan meraih juara umum, sukses penyelenggaraan dan sukses pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. 

Untuk meraih juara umum SEA Games XXVI Tahun 2011, Andi mengharapkan Indonesia memperoleh 25-35 persen medali emas dari event pertandingan yang ada. "Diukur dari jumlah medali, diperkirakan minimal 120 medali emas harus direbut. Ini berarti diperlukan tiga lompatan besar untuk meraihnya. Ini dibutuhkan usaha tiga kali lebih besar untuk mempersiapkannya," ujar Andi. 

Persiapan ini tidak luput dari persaingan yang begitu ketat pada SEA Games XXV di Laos 2009 lalu. Pada saat itu Thailand selaku tuan rumah sekaligus juara umum hanya berhasil memperoleh 86 medali emas atau 23,12 persen dari seluruh total medali emas yang diperebutkan. Dan dalam kesempatan itu Indonesia meraih 43 medali emas atau 11,56 persen Untuk meraih 120 medali emas memang tidak mudah. Namun upaya itu dapat dicapai apabila minimum 25 persen kira-kira 120 emas. 

Andi berharap semua cabang olahraga dapat diandalkan, tidak hanya mengandalkan cabang olahraga dari sepakbola saja yang hanya mampu menyumbangkan 1 emas. "Setiap cabang minimal dapat meraih 25 persen emas. Banyak cabang yang dapat meraih emas, antara lain renang, panahan, atletik, dan sepakbola. Khusus sepakbola, sehebat-hebatnya sepakbola tetap hanya 1 emas. Perhatian kita adalah seluruh cabang olahraga," ujar Andi. 

Untuk meraih juara umum, Menpora juga sedang melakukan kajian mendalam terkait strategi apa yang dilakukan. Beberapa kajian yang akan dilakukan meliputi penetapan cabang olahraga dan event yang dipertandingkan, yaitu cabang olahraga strategis, cabang olahraga unggulan, dan cabang olahraga negoisasi/pilihan tuan rumah yang harus disepakati oleh negara peserta. Termasuk pemilihan cabang olahraga, nomor dan olahragawan/atlet yang menjadi sumber perolehan medali emas dan direncanakan menjadi juara umum di cabang olahraganya. Pengaturan strategi pertandingan secara cermat dan legal agar setiap hari kontingen Indonesia dapat meraih emas. 

"Dan sesegera mungkin melaksanakan pelatihan intensif yang didukung oleh penggunaan sport science dan sport inteligent selama 20 bulan dimulai Februari 2010," beber mantan Juru Bicara Presiden pada era Kabinet Indonesia Bersatu ini. 

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games merupakan mandat yang harus dilaksanakan Southeast Asian Games Federation (SEAGF). Dalam paparannya, Agung mengatakan bahwa Indonesia memang harus meraih juara umum. Apabila mengikuti perkembangan prestasi Indonesia di tiga ajang SEA Games yang berhasil meraih juara umum, Indonesia harus kembali menorehkan prestasi. 

"Indonesia sudah tiga kali menjadi tuan rumah, selalu sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Sudah 9 kali menjadi juara umum," urainya. Prestasi SEA Games tahun 2005 pada urutan ke-5, tahun 2007 urutan ke-4 dan SEA Games 2009 urutan ke-3. 

"Tren-nya selalu naik," ujar Agung.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum KONI Indra Kartasasmita, persiapan kepanitiaan juga sedang disusun. Direncanakan, penyerahan kepanitiaan tuan rumah SEA Games sebelumnya Laos kepada Indonesia akan dilaksanakan 7-8 April 2010. (rma)