Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Pembinaan Atlet Akan Dibahas Serius Dalam Sarasehan


Menpora Andi Mallarangeng bersama Presdir Danone, Bernard Ducros dan timnya, memberi keterangan pers, usai membuka kompetisi bisnis Country Final TRUST Student Challenge di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (15/2) pagi. (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Masalah pembinaan akan menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas dalam sarasehan sepakbola yang rencananya akan digelar di Malang, Jawa Timur, Maret mendatang.

Menpora mengaku prihatin dengan kondisi pembinaan atlet yang saat ini dinilainya belum memberikan hasil maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tidak munculnya atlet-atlet berprestasi dari bakat-bakat yang ada.

"Anak-anak Indonesia umur 12 tahun bisa berprestasi di kompetisi sepakbola dunia Danone Nation Cup. Sayangnya, ketika prestasinya bagus pada umur 12 tahun, setelah itu tidak ada pembinaan selanjutnya sehingga tidak ada keberlanjutan," ujarnya usai membuka kompetisi bisnis Country Final TRUST Challenge yang diselenggarakan perusahaan internasional Danone di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (15/2) pagi.

Hal tersebut dinilai sangat perlu dibicarakan dalam sarasehan sepakbola yang rencananya akan diadakan Maret mendatang. Sarasehan tersebut merupakan forum untuk mempertemukan seluruh stakeholder sepakbola nasional.

Menpora mengatakan, banyak stakeholder yang mungkin selama ini memiliki pemikiran bagus dan sarasehan akan menjadi  kesempatan untuk mengemukakan munculnya pemikiran bagus tersebut.

"Ini perlu sekali untuk dunia sepak bola kita karena kita ingin prestasi sepakbola kita kembali berjaya. Dan tujuan kita, punya tim sepakbola, kalau perlu tiga tim yang bisa juara di Asia Tenggara, papan atas di Asia dan lolos ke Piala Dunia, lima, 10 atau 15 tahun ke depan," tegasnya.

Masukan maupun kritik yang muncul dalam sarasehan nanti kepada pemerintah, klub sepak bola hingga PSSI adalah hal yang wajar. Namun, Menpora memastikan bahwa sarasehan tersebut bukan untuk mengintervensi PSSI.

"Saya juga menjelaskan kepada PSSI bahwa kita tidak berusaha untuk melakukan intervensi. Tapi, kalau ada masukan-masukan, itu patut didengar,"tambahnya. (mal)