Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Himbau Liga Digelar di Sekolah


Menpora Andi Mallarangeng menerima rombongan Liga Pendidikan Indonesia di ruang rapat kantor kemenpora Sabtu (13/2) pagi. (foto:bagus/kemenpora.goid)

Jakarta : Menpora Andi Mallarangeng menghimbau agar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) berkonsentrasi pada program pendidikan olahraga secara berkelanjutan. Disarankan, model kompetisi olahraga di tingkat pendidikan yang selama ini berbentuk tournament diganti menjadi kompetisi berbentuk liga. 

"Adanya model itu, pertandingan olahraga dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga terjadi kompetisi terus menerus dan menghasilkan olahragawan yang berkualitas dan berprestasi. Kalau sistem liga, para pemain harus bermain terus menerus sekian lama dalam satu musim, tiga hingga empat bulan," kata Andi saat menerima rombongan Liga Pendidikan Indonesia di Ruang Rapat Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga Sabtu (13/2) pagi. 

Jika LPI serius dalam program ini maka akan menghasilkan tim nasional yang berprestasi dalam konteks dini. "Ini akan jadi cikal bakal Tim PSSI Indonesia di kemudian hari", ujar Andi. 

Pemikirannya ini berkaca pada sistem pendidikan olahraga di Amerika yang menghabiskan satu musim untuk bertanding. Pertandingan sepak bola dilakukan terus menerus hingga menghasilkan tim terbaik. 

Kedatangan LPI ini diwakili antara lain Ketua Umum  Prof Dr Toho Cholik Mutohir, Sekretaris LPI Edhi Prasetyo dan Wakil Seketaris LPI Arsyad. Toho menyatakan akan menyiapkan kompetisi yang diharapkan Menpora tersebut. Menurutnya, model pertandingan berbentuk turnament ataupun liga sama saja. Perbedaannya hanya pada range waktu penyelenggaraan. 

"Waktunya saja yang beda. Nanti kami usahakan sistemnya ditambah, tidak ada sistem gugur tetapi diperpanjang menjadi setengah gugur sehingga waktu bermain lebih panjang", ujar Toho. 

Dalam paparannya, Edhi Prasetyo minta agar kegiatan LPI ini dipimpin langsung oleh Menpora serta menetapkan pembinaan olahraga sepakbola berbasis sekolah melalui rel LPI. Permohonan ini direspon oleh Andi  Mallarangeng dalam bentuk sosialisasi kepada para gubernur. Edhi menjelaskan sejak LPI dibentuk akhir 2009 lalu, dari 278 kabupaten/kota, sejumlah kompetisi telah digelar di 171 kabupaten/kota dan yang sebanyak 60 kabupaten/kota sedang melangsungkan kompetisi. Sementara 47 kabupaten/kota sisanya sedang mempersiapkan kompetisi. Dia menjelaskan, dari 278 kabupaten/kota, jumlah sekolah yang ikut sebanyak 1.524 dengan jumlah peserta 38.100. 

Sampai saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi dalam menyelenggarakan program LPI. Beberapa tantangan tersebut antara lain persoalan geografi, kondisi daerah yang manjemuk, dan minimnya pemahaman sepak bola di sekolah. "Butuh waktu 4 tahun untuk mengenalkan kepada sekolah, mahasiswa dan guru serta pembina olahraga serta mahasiswa dengan dosen di 73 hingga 798 kelurahan/desa serta di 6.108 kecamatan dengan proyeksi di 491 kabupaten/kota di 33 provinsi se Indonesia", tandas Edhi. (rma)