Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi Pemberdayaan Pemuda Gelar Pelatihan Jurnalistik


Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Kedeputian Pemberdayaan Pemuda akan menggelar Pelatihan Jurnalistik Komunitas bertema "Sang Muda, Sang Pengabar" di Gedung Fascho, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (14/2). Pelatihan dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya organisasi kepemudaan yang kreatif dalam menangani media informasi dan komunikasi sekaligus untuk mewujudkan komunitas pemuda Indonesia yang terampil menulis berita. 

Dalam kegiatan ini, Kemenpora bekerjasama dengan Yayasan Dayamuda Nusantara (Yadanu). Dengan mengikuti pelatihan jurnalistik, para pemuda diharapkan dapat mengelola informasi bagi kepentingan komunitas atau organisasinya maupun untuk kepentingan masyarakat luas. Dalam pelatihan tersebut, para pemuda akan diajarkan menulis berita dengan standar penulisan jurnalistik yang benar. Di samping itu, para peserta akan dimotivasi untuk bisa mendeskripsikan fakta-fakta di lingkungannya sendiri. Sebab hal ini akan membuat para pemuda bisa berpikir kreatif, rasional, dan siap dalam pengambilan keputusan. 

Deputi Menpora Bidang pemberdayaan Pemuda Drs. H. Sakhyan Asmara, MSP mengatakan: “Bila kemampuan komunikasi dan informasi para pemuda meningkat maka komunitas atau organisasi kepemudaan di Indonesia akan dapat terjalin dalam satu hubungan kerja yang komunikatif dan integratif sehingga para pemuda dan antar lembaga kepemudaan bisa saling mengerti permasalahan di lingkungannya." 

Ia mengungkapkan pelatihan jurnalistik komunitas penting dilakukan. Sebab pasca reformasi 1998 harus diakui banyak sekali komunitas atau organisasi kepemudaan yang menerbitkan media informasi dan komunikasi, mulai dari yang berskala nasional hingga yang sebatas antar teman saja. 

“Bila kreativitas pemuda ini tidak dikembangkan, pemerintah akan kehilangan momentum untuk melakukan pemberdayaan pemuda dalam bidang informasi dan komunikasi,” jelas Sakhyan. 

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang mengisyaratkan bahwa pemberdayaan pemuda merupakan inti pelayanan yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meningkatan kapasitas dan daya saing pemuda dalam bidang tertentu. Selain itu pelatihan ini juga dimaksudkan sebagai upaya revitalisasi gerakan kepemudaan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas dan kapasitas organisasi kepemudaan. 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Sakhyan bahwa jurnalistik adalah sebuah kerja dengan penuh keterampilan khusus di mana seseorang menulis berita dengan basis metode publikasi yang universal. Dalam dunia jurnalistik, seseorang diharuskan menulis berdasarkan fakta, menulis dalam bahasa yang benar dan terpahami publik, serta memenuhi aspek check and balances, juga cover both side. 

“Dengan menguasai metode penulisan jurnalistik, pemuda Indonesia akan mampu memahami fakta yang mengalir deras dalam sejarah bangsanya. Lebih dari itu, pemuda Indonesia dihantarkan untuk mampu mengartikulasikan kebenaran dan keadilan yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus dapat mencari jalan keluar yang terbaik bagi pembangunan dan perdamaian dunia,” ujar Sakhyan. 

Kegiatan pelatihan jurnalistik ini akan diikuti sekitar 100 orang peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan di Jakarta dan Banten. Para peserta akan mendapatkan pelatihan dari para praktisi jurnalistik antara lain Chavcay Syaifullah (Media Indonesia), Sukardi Hasan ( Info Societa), Teguh DH (SCTV), Ria (RRI) dan Chairul Rizal ( Majalah Paras). Kepada para peserta akan diberikan sertifikat. (*)