Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sudah Ada Payung Hukum Untuk Menggerakkan Olah Raga di Tanah Air


Porwanas yang berlangsung di Palembang hingga 8 Februari bukan hanya diisi oleh pertandingan-pertandingan olah raga antarwartawan seluruh Indonesia itu, juga diadakan seminar bertema" Mengembalikan Kejayaan Olah Raga Indonesia". Berlangsung di Hotel Swara Dipa, Jumat (5/2) pagi hingga siang hari.

Menpora Andi Mallarangeng yang tadinya direncanakan menjadi keynote speaker harus kembali ke Jakarta karena akan ada pertemuan dengan Menko Kesra Jumat siang diwakili oleh staf ahli James Tangkudung. Hadir menjadi nara sumber dalam seminar itu adalah Ketua KONI Rita Subowo, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur Riau Rusli Zainal, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Ketua PWI Sumsel.

Semua nara sumber lebih banyak memaparkan persiapan masing-masing daerah dalam menyambut pesta olahraga. Riau untuk PON 2012, Sumsel untuk SEA Games 2011, dan Jabar untuk SEA Games 2011 dan PON 2016. Sementara itu para peserta yang terdiri dari utusan wartawan seluruh Indonesia, diberikan kesempatan untuk mengutarakan pertanyaan maupun pandangannya. Yang menarik tentu ada harapan peserta terhadap perhatian pemerintah.

James yang pakar kesehatan olahraga itu menitikberatkan bahwa peran pemerintah menetapkan kebijakan, dan untuk urusan olahraga ada pada UU no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. "Di dalamnya merupakan payung hukum bagi penyelenggaraan olahragaan Indonesia. Jadi seluruhnya tertera, baik itu penghargaan untuk atlet, sistem pembinaan, dan sebagainya," ujar James.

Tapi yang lebih penting lagi adalah peran kepala-kepala daerah, baik itu Gubernur, Walikota maupun Bupati, harus yang memiliki visi ke depan.

"Gubernur yang visioner, seperti Gubernur Sumsel dan Jawa Barat yang memiliki harapan ke depan membangun sarana dan prasarana olah raga ke depan. Ali Sadikin sudah memberikan contoh sebagai Gubernur yang memiliki visi ke depan terhadap olah raga," ujar James yang pernah menjadi dokter kesehatan di tim nasional sepakbola Indonesia itu.

Sarana dan prasarana yang direncanakan akan dimiliki Sumses malah oleh James diharapkan bukan hanya terbaik di Asia Tenggara tapi juga Asia. "Jadi kita bisa melakukan bidding di Asian Games, tidak lagi kelas Asia Tenggara.

Dalam membina olah raga hingga masuk ke tingkat kota/kabupaten, ia mencontohkan jika setiap kabupaten dan kota memiliki satu lapangan terbuka yang bisa digunakan untuk sepakbola, voli, dan sebagainya, maka akan ada 490 kota/kabupaten yang memiliki lapangan itu. Dari jumlah itu melahirkan satu atlet maka akan lahirk pula atlet-atlet sejumlah itu. "Kita sediakan bola-bola, entah itu sepakbola, voli, futsal, dan lain-lain. (todi)