Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Penerimaan Siswa-Siswi SMP/SMA Negeri Ragunan Diseleksi Ketat


Jakarta: Untuk mendapatkan siswa dan siswi yang berkualiatas dalam dunia olah raga, SMP/SMA Negeri Ragunan mulai Selasa (29/6) pagi melakukan tes seleksi kesehatan kepada 94 calon siswa di gedung PPITKON, Kemenpora. Rencananya, dari 94 anak tersebut akan disaring menjadi 50 dari 11 cabang olah raga sesuai dengan  kuota yang sudah ditetapkan Sekolah Ragunan.

Asisten Deputi Pembibitan Olah Raga, Agus Edi Suharto mengatakan, seleksi penerimaan siswa-siswi SMP/SMA Ragunan tahun ini memang dilakukan dengan ketat. Sebab, dia tidak ingin kualitas anak  dalam sekolah ini tidak terdeteksi dengan baik. "Pokoknya penerimaan siswa tahun ini, yang masuk harus yang terbaik. Ini sesuai dengan komitmen Kemenpora sendiri, sekarang sudah tidak ada titipan-titipan lagi untuk memasukan siswa atau siswi ke sekolah ini," kata Agus. Ditambahkan, tes kesehatan tersebut dilakukan untuk mendeteksi anak tersebut apakah memiliki penyakit/ kelainan kesehatan turunan yang berbahaya. Selain melakukan tes kesehatan, siswa-siswi akan mengikuti tes psikologi, tes fisik dan tes ketrampilan.

Pihak Sekolah Ragunan sendiri dalam penerimaan siswa baru tahun ini juga memberikan persyaratan khusus pada masing-masing cabor. Seperti sepakbola misalnya, untuk bisa masuk dalam cabor tersebut, siswa harus kelahiran maksimal 1 Januari 1996, memiliki tinggi badan minimal 165 Cm, memiliki prestasi di tingkat daerah atau nasional, dan juga harus melampirkan piagam kejuaraan atau data prestasi.

"Kami menginginkan siswa dan siswi yang berprestasi untuk masuk ke sekolah ini. Tanpa ada prestasi, meski anak tersebut memiliki persyaratan yang cukup, belum tentu dia akan masuk. Dengan cara seperti ini, kita akan mencoba  mencetak atlet yang benar-benar memiliki kualitas terbaik di bidangnya atau cabor masing-masing," tambah Agus. (amr)