Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas PPON Melalui Media


Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Chandra Bhakti didampingi PPK PPON Yayan Rubaeni secara resmi membuka kegiatan focus group disscussion yang diselenggarakan Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora RI di Hotel Aston Marina Ancol, Jakarta, Jumat (11/9). (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakata: Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Chandra Bhakti didampingi PPK PPON Yayan Rubaeni secara resmi membuka kegiatan focus group disscussion yang diselenggarakan Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora RI di Hotel Aston Marina Ancol, Jakarta, Jumat (11/9). 

Adapun tema yang diangkat pada kesempatan ini yakni transparansi dan akuntabilitas PPON melalui media. Deputi Chandra mengapresiasi sekaligus mengingatkan pentingnya forum ini. Diharap, kesimpulan yang dihasilkan dalam kegiatan ini bisa dicermati dan dilakukan dengan baik. 

 “Terima kasih telah menginisiasi kegiatan ini. Tema yang diangkat adalah terkait transparansi dan akuntabilitas PPON melalui media. Tema ini bagus dan cukup berat menurut saya. Apa yang dilakukan pada kesempatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kemenpora terkait tata kelola,” katanya.

Menurutnya, peran media begitu penting terkait tema transparansi dan akuntabilitas PPON melalui media. Deputi Chandra menerangkan, media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Untuk itu, dalam pengelolaan fasilitas bantuan negara kepada cabang olahraga harus terlaksana dengan baik. 

“Peran media begitu besar dan penting, media memiliki fungsi untuk mengontrol dan mengawasi anggaraan yang dimanfaatkan. Apalagi anggaran yang diberikan PPON kepada mitranya, khususnya induk cabang olahraga,” tambahnya.  

Lebih lanjut, transparansi bantuan harus bisa terbuka. Program yang dijalankan cabang olahraga harus disampaikan secara terbuka. Begitu halnya dengan akuntabilitasnya. Hal tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan. “Fasilitasi induk cabang olahraga. Target adalah prestasi. Saya harapkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan serius dan bermanfaat. Pengelolaan yang dilakukan harus berjalan dengan baik, agar tidak terjadi kesalahan,” jelasnya. 

Pada forum kali ini, Chandra juga mengingatkan kembali pesan Presiden RI Joko Widodo terkait prestasi olahraga nasional pada peringatan Hari Olahraga Nasional 2020. Pembinaan atlet sejak dini dinilai sangat penting untuk mencapai prestasi dimasa mendatang. “Arahan Presiden pada peringatan Haornas jelas ya terkait pembinaan prestasi. Jumlah penduduk kita banyak, masa prestasi gitu-gitu saja. Itu justru cambuk bagi kita. Untuk itu, kita harus lebih baik kedepannya. Kita harus bisa, dan perlu adanya komitmen kita bersama. Kita sudah WTP, harus dipertahankan. Etos kerja kita harus lebih baik lagi. Sekali lagi terima kasih,” pungkas Deputi Chandra. (jef/cah)