Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Latihan Perdana Anggota Paskibraka 2020 Fokus Kembalikan Fisik dan Latihan Dasar PBB


Setelah Menpora RI Zainudin Amali memberikan arahan dan pembekalan kepada delapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2020 melalui virtual, di Sitroom Lantai 9 Kemenpora, Rabu (5/8) sore, Hari ini, Kamis (6/8) delapan anggota Paskibraka memulai menjalani latihan pertamanya. (foto:putra/kemenpora.go.id)
Jakarta: Setelah Menpora RI Zainudin Amali memberikan arahan dan pembekalan kepada delapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2020  melalui virtual, di Sitroom Lantai 9 Kemenpora, Rabu (5/8) sore, Hari ini, Kamis (6/8) delapan anggota Paskibraka memulai menjalani latihan pertamanya. 
 
Kepala Bagian Humas Kemenpora Yayan Rubaeni mengatakan bahwa, Paskibraka yang merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI diberi amanah menjadi penanggungjawab pembinaan Paskibraka baik dari seleksi, latihan, hingga penugasan di Istana Negara yang bekerja sama dengan Sekretariat Negara (Sekneg) dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).   
 
Koordinator Pelatih Paskibraka Mayor Suswan memasuki hari pertama, para anggota paskibraka mengikuti latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan fokus pengembalian fisik. "Selama pandemi mungkin mereka tidak melakukan latihan, jadi hari ini di latihan pertama kami hanya fokus mengembalikan fisik dan melakuka PBB sebagai gerakan dasar. Gerakan seperti gerakan jalan ditempat  dan berjalan," ujarnya.  
 
Suswan juga mengatakan peserta paskibraka tahun ini tidak mengalami kesulitan, karena mereka sduah mendapatkan bekal di tahun sebelumnya. "Karena mereka ini adalah peserta tahun 2019 jadi tidak terlalu sulit melatih gerakan dasar ini. Setelah itu latihan melipat bendera, dan dilanjutkan dengan latihan pengibaran bendera," tambahnya.
 
Menurutnya, latihan di tengah pandemi Covid 19 mengacuh pada protokol kesehatan, jadi mau tidak mau kita harus mengatur jarak. Sementara latihan Paskibraka itu harus saling berdekatan. Seharusnya kita ini melatih dengan jarak yang dekat. "Latihan di tengah pandemi Covid 19, kita mengacuh pada protokol kesehatan, jadi agak sedikit sulit, karena kita harus menjaga jarak paling tidak 1 meter.   Seperti latihan mengikat bendera dan melipat bendera itukan harus  berdekatan. Jadi kita agak kesulitan di situ. Tapi di luar itu tidak ada kesulitan, " jelasnya. 
 
Sementara itu Indrian Puspita Rahmadhani, Anggota Paskibraka dari SMAN 1 Bireuen NAD menyampaikan tidak ada masalah di latihan perdana. "Di tengah pandemi ini kita latihan harus mengunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan, jadi agak sedikit sulit, tapi alhamdulilah tidak ada masalah " tuturnya. (rep/dra)