Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menpora RI Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Team Work Menuju Kemenpora yang Transparan, Akuntabel dan Responsif


Menpora RI Zainudin Amali meminta kepada jajarannya untuk setiap pekerjaan yang keluar dari Kantor Kemenpora adalah mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal itu disampaikan saat memimpin Konsolidasi Internal Pasca Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Menuju Kemenpora yang Transparan, Akuntabel dan Responsif. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora RI Zainudin Amali meminta kepada jajarannya untuk setiap pekerjaan yang keluar dari Kantor Kemenpora adalah mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal itu disampaikan saat memimpin Konsolidasi Internal Pasca Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Menuju Kemenpora yang Transparan, Akuntabel dan Responsif. 
 
"Saya minta kepada kita semua, kita masing-masing jika keluar adalah mewakili Kemenpora bukan mewakili keasdepan, bukan mewakili kedeputian. Dengan demikian akan terbangun rasa unity, kebersamaan, team work untuk Tupoksi yang diberikan pimpinan negara kepada kita semua," kata Menpora RI di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7) pagi. 
 
Menpora RI juga sampaikan terima kasih kepada jajarannya yang telah serius bekerjasama sehingga prestasi dan hasil yang baik dapat tercapai. "Terima kasih kepada bapak ibu sekalian karena telah serius bekerja. Tidak mungkin akan tercapai hasil yang baik ini tanpa ada kerjasama, tidak mungkin saya sendiri sebagai menteri dapat mencapai hasil WTP itu," tambahnya.
 
Hasil ini (WTP) lanjutnya, adalah hasil kerja seluruh pegawai di Kemenpora. Menjadi tanggungjawab seluruh ASN di Kemenpora untuk memperbaiki dan membenahi Kemenpora menjadi lebih baik dan berprestasi. "Sesungguhnya WTP ini adalah hasil kerja ibu dan bapak sekalian. Saya hanya memimpin, mengkoordinasikan, memoles sedikit karena saya datang belakangan tapi bapak ibulah yang sudah bertahun tahun disini," ujar Menpora RI.
 
Menteri yang berhasil membuat Kemenpora RI lebih baik ini menceritakan pengalamannya yang sebelumnya berada di ranah legislatif. "Ini pengalaman pertama saya di birokrasi, saya sebelumnya berada di legislatif beberapa periode. Yang menggembirakan adalah teman-teman semua mau bekerjasama. Dalam birokrasi modern semua pekerjaan, semua bidang tugas kita harus tahu, kita membangun itu dengan koordinasi di berbagai level birokrasi," katanya. 
 
Menpora RI bersyukur Kemenpora saat ini mempunyai modal untuk maju melangkah kedepan. Status ini diharapkan menjadi panduan kehati-hatian jajaran Kemenpora dalam melaksanakan tugas. "Alhamdulillah kita telah memiliki modal yang baik, tetapi jangan sampai membuat kita sombong, siapkan semuanya untuk audit dari BPK Oktober mendatang," ujarnya. 
 
Kemenpora saat ini akan mulai naik kelas usai mendapatkan predikat WTP dari BPK RI dengan begitu standart pemeriksaannya juga akan semakin ketat, Menpora RI mewanti-wanti jajarannya jika menemukan kesulitan dalam melaksanakan tugasnya untuk segera dikoordinasikan. "Kita menyelesaikan masalah bukan mencari kesalahan orang lain, mencari jalan keluar sesuai aturan. Saya akan keliling ke Kemenkeu, ke Kemenpan RB sesuai arahan BPK bahwa kita memiliki hak atas dasar WTP karena sudah menunjukkan kinerja dan perbaikan-perbaikan," tuturnya. 
 
Menteri yang hobi berolahraga ini juga berharap nilai RB Kemenpora kembali meningkat dari 75 menuju ke angka 80 dan kepatuhan terhadap LHKPN dan LHKSN segera 100 dan nilai WTP. Sehingga akan ada perbaikan terkait tunjangan kinerja. "Saya akan datang langsung kepada menteri-menteri itu supaya ibu bapak merasakan hasil kerjanya," katanya.
 
"Prestasi-prestasi ini saya harap dijaga dan jalankan dengan sungguh-sungguh, jika ada kesulitan segera laporkan kepada atasannya. Kita lakukan pekerjaan kita dengan riang gembira, dengan senang hati, dan komunikasi kita harus terbangun dengan baik," tambahnya. 
 
Menpora RI juga telah menyusun komitmen dan panduan tentang Lima Program Prioritas agar Kemenpora berjalan kedepan sesuai tracknya. Lima Program Prioritas ini sudah terbukti. Jika tata kelola di Kemenpora baik maka apapun yang akan dilaksanakan akan baik begitu pula sebaliknya.
 
"Para pimpinan deputi dan asdep melaksanakan kegiatan panduannya 5 Program Prioritas ini jangan lagi ada mengarang-ngarang. Hasilnya harus jelas di tengah masyarakat, harus terukur. Tolong jaga kebersaman yang telah terbangun jangan terkotak-kotak dengan begitu hasilnya akan dinikmati dan kita bangga menjadi bagian dari Kantor Kemenpora," harapnya. (ben)