Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Ketum PSSI Puji Kemenpora Dapat WTP Setelah Penantian 10 Tahun


Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan memuji Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) yang baru saja meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan memuji Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) yang baru saja meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. 
 
Hal tersebut disampaikan Iriawan ketika melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama fasilitasi pelatnas Timnas  U-19 antara Kemenpora RI dengan PSSI di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/7). “Terima kasih, pertama, selamat Pak Menpora berserta jajaran, kita tentunya patut berbangga atas WTP yang diraih Kemenpora. Semoga ini bisa dipertahankan untuk kedepannya,” kata Iriawan.
 
Menurutnya, penantian 10 tahun lamanya merupakan waktu yang cukup panjang. Sebab, butuh waktu untuk terus berbenah menuju lebih baik demi meraih opini WTP. Hasil ini, tak terlepas dari tangan dingin Menpora RI. Berkaitan hal ini, Iriawan berkeinginan untuk meminta pendampingan soal mengelola anggaran. 
 
Seperti diketahui, PSSI baru saja mendapatkan bantuan anggaran terkait fasilitasi pelatnas Tim Nasional Indonesia jelang berlaga di Piala Dunia U-20 2021. Adapun anggaran yang disetujui Rp 50,619,561,500. Sebelumnya PSSI mengajukan Rp. 69,144,333,292. Komponen yang difasilitasi yakni honorarium, akomodasi dan konsumsi, suplemen, try out luar negeri, transportasi, peralatan/perlengkapan latih tanding dan dukungan sport science, hingga perlindungan kesehatan. 
 
Iriawan pun ingin meminta pendampingan dari Kemenpora dalam mengelola anggaran. “Sekali lagi, kami bangga. Sepuluh tahun waktu yang cukup lama. Pak Menteri, terima kasih dukungannya terhadap sepak bola nasional. Dalam pengeluaran (anggaran) nanti mungkin kami meminta pendampingan dari Kemenpora untuk mengelola anggaran yang cukup besar ini,” jelas Iriawan. (jef)