Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menerima WADA, Sesmenpora Berkomitmen Tahun 2020 Tidak Ada Lagi Pelanggaran Doping


Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Esa Sukmawijaya dan Ketua Umum LADI dr. Zaini Khadafi Saragih menerima Director Regional Asia/ Oseania World Anti- Doping Agency (WADA) Kazuhiro Hayashi, Director General SEARADO Mr. Gobinathan Nair bersama rombongan di ruang kerjanya, lantai 3, Kemenpora, Selasa (11/2) siang. (foto:putra/kemenpora.go.id)
Jakarta: Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Esa Sukmawijaya dan Ketua Umum LADI dr. Zaini Khadafi Saragih menerima Director Regional Asia/ Oseania World Anti- Doping Agency (WADA) Kazuhiro Hayashi, Director General SEARADO Mr. Gobinathan Nair bersama rombongan di ruang kerjanya, lantai 3, Kemenpora, Selasa (11/2) siang. 
 
Kepada Sesmenpora, Kazuhiro Hayashi memberi perhatian sekaligus mempertanyakan atas terlalu sedikitnya rencana test doping yang akan dilakukan di 2020 yang hanya 70 sample test. Menurutnya, jumlah ini dianggap tidak proporsional dengan jumlah penduduk dan jumlah atlet Indonesia yang sangat besar dibanding dengan negara-negara ASEAN lainnya. 
 
"Kecilnya jumlah test sample dianggap sebagai kecilnya perhatian pemerintah terhadap pengawasan doping di Indonesia. Tahun 2020 ini adalah tahun Olimpiade di mana seharusnya lebih banyak elit atlet (Olympic dan Paralympic) yang akan di lakukan test. Di samping itu, sebagai bagian dari upaya mendapatkan perhatian dan dukungan agar Indonesia bisa menjadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, beberapa element pendukung seperti jumlah test doping semestinya juga lebih besar/meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya. WADA mengharapkan Kemenpora dapat meningkatkan anggaran pengawasan doping secara signifikan."Kami berharap pemerintah Indonesia dapat meningkatkan anggaran doping secara signifikan," jelasnya. 
 
Menangkapi hal tersebut, Sesmenpora pun mengakui test doping yang dilakukan di Indonesia sedikit. "Kami mengakui kalau tes doping di tahun 2020 memang sedikit. Anggaran pemerintah (Kemenpora) secara keseluruhan memang mengalami penurunan, sehingga juga berdampak pada alokasi anggaran untuk LADI. Namun demikian, Kemenpora berkomitmen pada tahun 2020 ini tidak ada lagi  pelanggaran yang pernah terjadi pada tahun 2016,"  jelasnya. (rep)